Orangtua Keluhkan Uang Masuk Sekolah

Hari pertama sekolah di Labuhanbatu diwarnai keluhan dari kalangan orangtua siswa.Mereka mempertanyakan adanya pungutan dana dari pihak sekolah saat penerimaan siswa baru (PSB).

Di Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, orangtua siswa SMAN 2 Rantau Utara mempertanyakan pungutan dana sebesar Rp2 juta untuk pembangunan ruangan tambahan bagi siswa yang dinyatakan tidak lulus tes saringan masuk di sekolah tersebut.

’’Sebelumnya saat tes penerimaan siswa baru,anak saya memang tidak lulus. Namun, pihak sekolah menyatakan bisa menerima siswa yang tidak lulus dengan catatan membayar sejumlah uang,” ujar T, 52, orangtua dari salah seorang siswa warga Rantauprapat kemarin.

Dari salah seorang temannya, T mendapat kabar bahwa daya tampung sekolah tersebut sebanyak enam lokal (kelas) bagi murid baru.Namun, dia merasa aneh yang dinyatakan lulus seleksi penerimaan siswa baru hanya 200 orang dengan daya tampung lima lokal. Selain Rp2 juta,T juga diharuskan membayar kelengkapan sekolah sebesar Rp500.000 dengan cicilan pertama Rp245.000.

’’Kasihan kan orangtua murid yang mau menyekolahkan anaknya. Kalau bisa masuk dengan membayar, ngapain lagi mesti tes,”ujarnya. Menanggapi keluhan dari orangtua siswa,Ketua Komite Sekolah SMAN2 Rantau Utara Hakim Lubis menyatakan, ketetapan jumlah pembayaran untuk pembangunan ruangan sekolah itu merupakan hasil kesepakatan orangtuamurid. Sebelumnya,orangtua yang anaknya tidak lulus tes masuk sekolah sepakat membayar sejumlah uang.

’’Ketetapan pembayaran itu hasil rapat orangtua murid yang anaknya tidak lulus masuk sekolah. Ini pun tercetus melihat animo orangtua murid yang anaknya tetap ingin masuk sekolah di SMAN 2,” ujarnya. Sebelumnya, ada kesepakatan pada pertemuan Sabtu (12/7) bahwa orangtua murid–– yang anaknya tidak lulus–– bersedia memberikan sumbangan Rp2 juta per siswa untuk pembangunan tiga lokal bertingkat tempat menampung siswa tadi.

Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Labuhanbatu Jamaren Ginting menyatakan, pembangunan ruangan sekolah tersebut diperbolehkan asalkan ada kesepakatan antara orangtua siswa dan sekolah. ’’Ketetapan itu merupakan kesepakatan orangtua murid dengan ketua komite sekolah. Itu boleh saja kalau gurunya masih cukup. Memang di sekolah itu gurunya masih mencukupi kalau ditambah tiga ruangan lagi,’’ ujarnya.

Kepala SMAN 2 Rantau Utara Yusuf Rangkuti menyatakan, sebenarnya pihak sekolah tidak ingin menambah ruangan.Namun, karena ada desakan orangtua siswa melalui komite sekolah, akhirnya ada penambahan ruangan.

’’Sebenarnya, saya enggak kepingin ada pembangunan ruangan itu. Karena desakan orangtua siswa, saya mau bilang apa,’’ ujarnya. (sartana nasution)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: