LCW-I Dukung Kejari Rantauprapat Pantau Sekolah

Berbagai elemen mendukung sikap Kejaksaan Agung yang memerintahkan semua Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) memantau penerimaan mahasiswa ataupun siswa baru terkait masuknya tahun ajaran baru ini. Pemantauan itu sendiri menyangkut adanya dugaan suap ataupun permainan lainnya yang dinilai tidak sesuai dengan peraturan.

Seperti halnya LSM Lembaga Corruption Watch Indonesia (LCW-I) Kabupaten Labuhanbatu. Mereka mengharapkan pihak Kejari Rantauprapat, agar melakukan pemantauan kepada pihak sekolah yang dianggap telah membuat kebijakan penjualan baju seragam dan lainnya dengan harga yang dinilai terlalu tinggi.

Selain itu, ada beberapa sekolah yang menampung siswa di luar kapasitas ruangan yang tersedia. Modusnya, pihak sekolah mengundang para orangtua yang anaknya tidak lulus untuk membicarakan besaran biaya yang akan dibebankan kepada orangtua calon siswa untuk membangun ruangan baru.

“Kita bukan bertolak belakang dengan program itu, tapi hendaknya yang masuk di akallah biayanya. Untuk penambahan ruangan, biasanya orangtua dikenakan Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta per orangtua siswa. Selain itu, masih ada sekolah yang membebankan uang moubiler Rp 40.000 kepada siswa. Belum lagi harga seragam sekolah yang jauh lebih tinggi dari harga di pasar. Kalau saya menilai, hal-hal seperti ini yang harus dipantau pihak Kajari Rantauprapat. Karena, kebijakan itu meresahkan orangtua calon siswa,” ungkap Kabid Monitoring LSM LCW-I Labuhanbatu, Kamal Ritonga kepada Global, Selasa ( 15/7 ) di Rantauprapat.

Sementara Drs Sahnan Ritonga, anggota DPRD Labuhanbatu minta pihak sekolah tidak memberatkan para orangtua murid, apalagi sampai menimbulkan keresahan, terkait adanya pengutipan biaya menjelang penerimaan siswa baru. Pihak sekolah juga harus mampu menyesuaikan dan mempertimbangkan segala keputusan yang dibebankan kepada pihak orangtua.

“Orangtua jangan diberatkan dengan segala pengutipan, apalagi sampai pemaksaan. Kalau kita terima laporan, akan kita tindaklanjuti. Kalau masalah sekolah yang menambah ruangan baru dengan dana dari orangtua murid, saya juga kurang tahu apa dasarnya. Untuk itu, pihak sekolah harus lebih profesional mempertimbangkannya dan dana tersebut jangan dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi,” tegas Sahnan.

Joko Gunawan | Global | Rantauprapat

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: