Sosialisasi Olah Tanah Kepada Petani akan Diadakan

Tujuh tahun mendatang, perkebunan kelapa sawit milik masyarakat akan mengalami penurunan produksi secara drastis. Prediksi itu, didasari oleh kurangnya pemeliharaan yang optimal dari para petani tentang olahtanah dan tanaman perkebunannya.

Hal itu dikatakan H Suyono pemilik pengolahan pupuk Organik di Kelurahan Danau Bale Rantau Selatan Labuhanbatu ketika menerima kunjungan pihak Perkumpulan Petani Nelayan Seluruh Indonesia (PPNSI) Labuhanbatu dan pengurus DCP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Labuhanbatu, Rabu (16/7).

“Ya, kalau perlakuan pemeliharaan perkebunan sawit tidak optimal, hasil produksinya pasti akan merosot. Dan, dengan kondisi yang ada sekarang, hal itu tidak tertutup kemungkinan tujuh tahun kedepan akan dialami,” jelas Suyono.

Telebih lagi, tambahnya, pemeliharaan perkebunan yang hanya berpolakan ikut-ikutan dalam pemberian pupuk, secara pasti kedepan selain mempengaruhi penurunan produksi. Juga, disinyalir juga akan berdampak negatif terhadap lingkungan hidup sekitar.

“Dengan menggunakan pupuk kimiawi yang tidak standart dan hanya ikut-ikutan, selain tidak tepat sasaran juga akan mempengaruhi terhadap lingkungan,” jelasnya.

Bagaimana tidak, paparnya, ketika ph tanah perkebunan masyarakat yang telah mencukupi unsur hara tertentu terus disuguhi dengan batas yang tidak terukur akan menjadi bumerang bagi tanaman dan tanah. “Lah, bagaimana tidak. Kalau kadarnya terus bertambah, tanah tidak tertutup kemungkinan malah jadi basah atau sebaliknya menjadi asam,” jelasnya.

Selain itu, kelemahan perekonomian petani dalam memperoleh berbagai jenis pupuk yang dibutuhkan juga dapat mempengaruhi tingkat pemeliharaan perkebunan. Terlebih lagi, paparnya, dengan kondisi yang dialami, dimana harga tandan buah segar (TBS) Kelapa Sawit terus mengalami penurunan nilai jualnya, serta dibarengi kian tingginya harga beli pupuk kimiawi dan semakin banyaknya dugaan beredarnya pupuk palsu dengan tawaran harga yang murah, juga menjadi pemicu kemerosotan produksi perkebunan warga.

“Warga kian lemah dalam perawatan lahan perkebunan. Itu karena, harga sawit yang terus menurun. Kedua, ketika semakin mahal dan susahnya mendapatkan pupuk kimia bersubsidi dan banyaknya beredar pupuk yang diduga palsu di pasaran akan menjebak petani kebun untuk berpola salah dalam pemeliharaan lahan perkebunannya,” ulasnya.

Sudah saatnya, kata H Suyono, warga diberikan penjelasan tentang pengunaan pupuk alternatif yang ramah lingkungan dan juga memilik nilai kemudahan dalam pemanfaatannya tanpa mengkesampingkan kemampuannya.

Dari itu, jelasnya, pihaknya siap untuk memberi pemahaman dan pengetahuan kepada setiap warga yang ingin mendapatkan ilmu dalam pengolahan tanah yang standart. “Kita selalu terbuka bagi warga yang ingin mengetahui pola olah tanah yang baik,” tegasnya.

Selain itu, katanya lagi, mereka juga memberi kesempatan kepada warga untuk dapat memperiksakan kandungan unsur hara dan ph tanah perkebunan warga. “Kita memiliki alat untuk pemeriksaan kandungan tanah perkebunan masyarakat. Silahkan saja datang dengan membawa shampel-nya. Selanjutnya, kita juga akan bantu dalam menetralisirnya,” tukasnya.

Ketua PPNSI Rolan dan pengurus DPC PKS Labuhanbatu diantaranya Mulkan sekretaris DCP PKS Labuhanbatu dan Puji Hartoyo anggota DPRD Labuhanbatu dari Komisi C merasa terpanggil untuk turut mensosialisasikan penggunaan pupuk organik kepada warga. Sebab, selain ramah lingkungan, juga untuk menekan laju perusakan ekosistem tanah. “Jelas saja. Dengan dieksploitisirnya tanah secara kasar dengan menggunakan bahan-bahan kimiawi akan berdampak terhadap ekosistem. Pada gilirannya dalam jangka panjang akan menyebabkan terjadinya kerusakan lingkungan secara luas,” jelas Rolan.

Untuk itu, tambahnya, pihaknya akan siap memberi sosialisasi kepada warga tentang penggunaan pupuk organik, dengan cara dalam waktu dekat akan mengadakan seminar dalam memberi pencerahan kepada para petani tentang manfaat pupuk organik terhadap lingkungan.

“Kita berencana akan mengadakan seminar kepada para petani di Labuhanbatu tentang manfaat menggunakan bahan-bahan alami untuk menjaga ekosistem. Selain itu, dengan pupuk organik, secara nyata manfaat terhadap perkembangan tumbuhan juga tidak dapat dipungkiri. Makanya, dengan melibatkan pihak-pihak terkait diharapkan penjelasan tentang penggunaan pupuk organik akan dapat terbangun permanen ditengah masyarakat,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: