Menolak Diajak Hubungan Suami Istri, Suami Diduga Bunuh Istri


Hanya gara-gara sepele. Istrinya, menolak diajak hubungan badan. Suami langsung bunuh sang istri. Lantas, menghilangkan jejak pembunuhan, korban langsung digantung. Hal itu, disinyalir untuk menimbulkan kesan, korban tewas mati gantung diri.

Sadis! Meski telah lama dan puluhan tahun meniti rumah tangga bersama suami tercintanya. Nurjiah (52) warga Dusun Labuhan, Desa Tanjung Sarang Elang, Kecamatan Panai Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, akhirnya tewas tergantung di rumahnya, Minggu (20/7). Korban diduga dibunuh suaminya sendiri, tersangka Rus (56).

“Korban ditemukan dalam keadaan tergantung di kayu palang penyanggah tiang dapur rumahnya,”  kata Kapolsek Panai Tengah, AKP Sulaiman, didampingi Kanit Reskrim/Intel Aiptu ME Hasibuan kepada wartawan, Senin (21) lalu, di Labuhanbilik.

Asumsi dan hasil penyelidikan sementara dipihak kepolisian saat ini, diduga suami korban pelakunya. Dugaan itu didukung pengakuan anak kandung korban, Adhar, bahwa pada saat menemukan korban ibunya tewas tergantung dibunuh ayahnya.

“Hal yang lebih memperkuat dugaan itu, dari hasil visum dokter tidak ada ditemukan tanda-tanda korban bunuh diri. Lidah korban tidak menjulur. Vagina kering. Duburnya pun tidak ada mengeluarkan tinjah (kotoran). Dan, itu biasanya kita temukan bila seseorang tewas gantung diri. Itu menjadi dugaan kami saat ini, korban dihabisi dulu baru digantung,” ujar Kanit Reskrim.

Sementara itu dari hasil visum lainnya,dari tubuh korban ditemukan luka memar pada pipi sebelah kiri,dagu sebelah kiri, luka lecet pada siku lengan sebelah kanan dan luka lecet pada lutut sebelah kanan menunjukkan korban terlebih dulu dianiaya baru dibunuh.

Hasil yang dihimpun oleh polisi dari beberapa saksi sebelum kejadian pembunuhan, korban dan tersangka bertengkar pada hari Sabtu (19/7) pukul 23.00 Wib  dikediamannya.

Tepat pada pukul 03.00 Wib Minggu pagi tetangga korban Zainul Akmal Nasution mendengar suara jeritan dari arah rumah korban dan suara jeritan tersebut lalu menghilang.

Berselang setengah jam kemudian,katanya,saksi Zainul mendengar suara jeritan kembali dari rumah korban dan membangunkan tetangga yang lainnya yakni Anhar Pasaribu guna melihat kerumah korban.

Merasa curiga kedua tetangga korban itu membangunkan anak korban untuk melihat keadaan ibunya.

Sang anak yang terbangun langsung melihat keberadaan ibunya di kamar tidurnya. Namun, tidak ditemukan. Dan, ketika dilihat didapur sang ibu sudah tergantung dengan tali nilon yang diikatkan diatas broti dapur.

“Anaknya langsung menjerit. Dan tetangga yang berada diluar langsung masuk kedalam melihat korban sudah tewas dalam keadaan tergantung,” terang Kapolsek.

Pada saat kejadian tersebut, tersangka berpura-pura bangkit dari tidur dan melihat keadaan korban langsung berpura-pura menjerit dan menangis.

“Dan pada saat itu Adhar (anak korban) langsung mengatakan ayahnya lah pembunuhnya dan langsung menyerang tersangka namun segera diamankan tetangganya,” sambung Kanit.

Tersangka yang saat ini diamankan di polsek Panai Tengah dalam pemeriksaan polisi tidak mengakui perbuatannya bahwasannya dialah yang melakukan pembunuhan itu.

Dalam pengakuan tersangka kepada polisi, mereka sering bertengkar akibat istrinya selalu menolak bila diajak coitus atau berhubungan badan dan istrinya diduga telah selingkuh dengan orang lain.

Namun anehnya, menurut pengakuan tersangka, dia dan istrinya pada pukul 03.00 Wib melakukan hubungan badan dan setelah itu langsung tidur tidak ada melakukan pembunuhan.

“Tapi kalau bapak katakan saya pembunuhnya buat aja disitu pak,” terang Kanit menirukan ucapan tersangka saat diperiksa polisi.

Guna pemeriksaan lebih lanjut, tersangka ditahan di Mapolsek Panai Tengah dan rencananya akan dibawa ke rumah sakit jiwa guna pemeriksaan mentalnya yang diduga mengalami gangguan.

“Rencana kami tersangka akan kami bawa ke RSUJ. Sebab, menurut keterangan beberapa saksi tersangka sudah lama mengalami gangguan jiwa,” beber Kapolsek mengakhiri.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: