Dicopot dari Kasek dua pasang guru datangi DPRD Labuhanbatu

Dua pasang guru SD mendatangi DPRD Kabupaten Labuhanbatu di Jl Sisingamangaraja Rantauprapat, Kamis (24/7) sore. Guru-guru golongan IV itu diterima Komisi A.

Mereka mengaku bersama seratus lebih guru lainnya dicopot dari kepala sekolah dan diangkat menjadi guru biasa, baru-baru ini. “Kedatangan kami kemari untuk menyampaikan keluhan kami yang dicopot dari kepala sekolah dan menjadi guru biasa,” kata Indra Bustami Kepada Waspada Jumat (25/7)yang mengaku dicopot dari Kepala SD 112150 Sigambal dan diturunkan menjadi guru biasa di sekolahnya.

Dalam pertemuannya dengan Komisi A DPRD Labuhanbatu, Bustami mengakui bahwa sebelum dicopot dari Kasek, dirinya didatangi seorang oknum guru SD 112150 Sigambal bernama, Nurlela yang juga isteri salahseorang Kepala Cabang Dinas di wilayah Labuhanbatu, menawarkan jika ingin tetap menjadi Kasek harus memberi uang Rp35 juta.

“Guru itu mengaku bahwa uang Rp35 juta atas permintaan Bu Unyil, yang ternyata setelah dicek, adalah seorang isteri mantan pejabat di Labuhanbatu ini,” ungkap Bustami kepada ketua Komisi A H Chairuddin, Sekretaris Dahlan Bukhori dan anggota H Panggar Nasution serta Syafrudin Tanjung dari Komisi C.  Bustami dan 3 orang temannya meminta DPRD dapat menjembatani masalah yang dihadapi mereka.

Hj Masnawati yang dicopot dari Kasek SDN 112147 Bakaran Batu Rantau Selatan dan menjadi guru biasa di SD 115532 Rantau Utara, mengatakan, hampir semua kepala sekolah yang dicopot menjadi guru biasa dan dimutasi ke sekolah lain digantikan guru berpangkat III-C.

“Malah banyak yang bukan sarjana, berpangkat golongan III-C serta ada pula yang tidak lulus Sertipikasi Guru diangkat menjadi kepala sekolah,” katanya.

H Lindung Dongoran juga mengaku dicopot dari Kasek SD 114376 Sigambal menjadi guru biasa serta mutasi ke SD Bilah Hulu. “Tapi samapai sekarang saya belum menerima SK,” ujarnya.

Hj Syahrayani Rambe mengatakan dirinya telah dicopot dari Kasek 112149 Sigambal dan mutasi menjadi guru biasa di SDN 112147 Bakaran Batu serta baru terima SK hari Kamis (24/7) pagi. “Kami minta tolong supaya Si Unyil itu ditekan dan ditangkap, Pak,” pinta guru-guru itu kepada DPRD.

Ketua Komisi A, H Chairuddin mengatakan menampung aspirasi guru-guru ini. Persoalan ini akan dibahas lagi di DPRD tanggal 6 Agustus 2008 dengan memanggil Kepala Dinas Pendidikan Labuhanbatu, seluruh Kacabdis, Kepala BKD, Asisten III dan Bawaskab/Inspektorat.  Syarifuddin Tanjung Anggota DPRD Labuhanbatu menyesalkan pencopotan dan mutasian kepala-kepala sekolah dimaksud.

Menurutnya, akan lebih baik hanya dilakukan mutasi dibanding dicopot dari Kasek menjadi guru biasa
di sekolah lain yang lebih jauh lagi.(cbs)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: