Beri Keterangan Palsu JPU Minta Saksi Ditahan

Jaksa penuntut umum (JPU) meminta majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Rantauprapat menahan saksi Kepala Puskesmas AekRaso M Siregar.

Saksi itu dinilai memberikan keterangan palsu ketika diperiksa dalam sidang perkara tindak pidana korupsi pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2004 Unit Pelaksanaan Teknis Daerah (UPTD) Dinas Kesehatan Pemkab Labuhanbatu senilai Rp1,7 miliar. Kasus ini sendiri melibatkan Kepala Dinas berinisal HNFH, Wakadis, dan Bendahara nongaji.

’’Kami mohon majelis hakim membuat penatapan untuk segera menahan saksi ini karena kami nilai memberikan keterangan palsu,”papar JPU Belman Tindaon pada sidang perkara itu di PN Rantauprapat saat persidangan. Namun, permintaan JPU itu belum bisa dipenuhi majelis hakim yang dipimpin Moestofa. Dia beralasan keterangan- saksi M Siregar selama di persidangan masih sesuai pasal 165 KUHAP. ’’Permohonan saudara dicatat panitera.

Namun,majelis hakim menganggap keterangan saksi ini selama di persidangan masih sesuai yang dimaksudkan Pasal 165 KUHAP,”tutur Moestofa. Dalam persidangan, M Siregar selaku Kepala Puskesmas Aek Raso Kecamatan Torgamba disinyalir banyak memberikan keterangan tidak benar yang telah disusun Polres Labuhanbatu dalam berita acara pemeriksaan (BAP).

Ketika diperiksa penyidik pada 25 September 2005,saksi menyatakan tidak pernah menerimamejasetengahbirodan kursi putar dari Dinkes Labuhanbatu. Namun,di persidangan, saksi tidak membenarkan keterangannya tersebut. (sartana nasution)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: