Dengar Pendapat STaB dengan PTPN3

* Areal Diakui Keluar dari HGU, Namun Tetap Berkelit


Berdasarkan permohonan Serikat Tani Berjuang (STaB) Labuhanbatu kepada DPRD Labuhanbatu mengenai penyelesaian konflik dengan PTPN3 Kebun Rantauprapat dan Kebun Marbau Selatan yang telah berlangsung sembilan tahun lebih, maka digelarlah rapat dengar pendapat antara kedua belah pihak yang difasilitasi oleh Komisi A DPRD Labuhanbatu, Jumat (25/7).

Dengar Pendapat

Dengar Pendapat



A Batubara selaku presidium STaB pada awal dengar pendapat menyebutkan, bahwa sidang ini adalah merupakan sidang yang keempat kalinya digelar di DPRD Labuhanbatu yaitu dimulai dari tahun 2001 kemudian digelar kembali pada 5 Oktober 2006, selanjutnya 11 April 2007 dan yang terakhir digelar pada hari ini.

Digelarnya sidang ini diharapkan melahirkan sebuah rekomendasi, sebab menurut Batubara, mereview kembali hasil kesimpulan sidang pada tahun 2006 lalu yang menyebutkan bahwa DPRD Labuhanbatu telah berkenan megusulkan atau memohon kepada Menteri agar eks HGU PTPN3 yang telah dikuasai dan diusahai oleh masyarakat sejak tahun 1999 agar dapat diserahkan pada rakyat.

“Dan untuk mendampingi hal tersebut DPRD Labuhanbatu kala itu telah mengutus tiga orang anggotanya berangkat ke Jakarta menemui pihak kementrian bersama dengan petani,” jelasnya.

Batubara menyebutkan, ada sembilan alasan yang menjadi dasar digelarnya sidang ini, pertama, bahwa sejak tahun 1999 bahwa kelompok tani (poktan) yang tergabung dalam STaB telah menguasai sebahagian areal PTPN3 Kebun Rantauprapat dan Kebun Marbau Selatan yang dulunya dirampas dari petani dengan dalil untuk kepentingan tempat tinggal pembangunan pada tahun 1968.

Alasan kedua, konflik poktan dengan PTPN3 selama ini berlangsung secara damai dan menghindari anarkhisme sehingga tidak pernah menimbulkan proses hukum karena petani murni menguasai arealnya dulu dan digunakan untuk kepentingan tempat tinggal dan areal pertanian.

Kemudian yang ketiga, perjuangan poktan telah mendapat dukungan dari DPRD dan Pemkab Labuhanbatu dimana telah beberapa kali menyurati Meneg BUMN agar menyelesaikan konflik antara petani dengan PTPN 3 dan meminta pelepasan aset negara khususnya eks HGU PTPN3 untuk kepentingan pebangunan pemukiman dan kepentingan masyarakat lainnya. Selanjutnya alasan yang keempat, yaitu dasar poktan dan Pemkab meminta pelepasan aset karena lahan yang dikuasai StaB di eks HGU PTPN3 adalah yang tidak diperpanjang pada HGU baru PTPN3 tanggal 23 Desember 2005 yaitu 355 Ha untuk poktan Suka Damai dan Poktan Leuweung Hideung dan 58,97 Ha untuk poktan Bukit Perjuangan.

Alasan kelima, lanjutnya, adapun areal seluas 355 Ha dan 59,97 Ha yang telah dikeluarkan dari HGU kedua kebun tersebut juga telah diukur oleh Kanwil BPN Sumut pada Desember 2007 sesuai dengan peta bidang tanah No 29/12/2007 dan No 40/12/2007. Peta hasil pengukuran tersebut juga telah diserahkan kepada masing-masing poktan. Keenam, sesuai sakah satu kesepakatan yang dicapai dalam sidang dengar pendapat DPRD Labuhanbatu tanggal 11 April 2007 lalu maka pada tanggal 6 Maret 2008 poktan yang tergabung dalam STaB bersama dengan Manajer PTPN3 Kebun Marbau Selatan dihadapan Muspika Kecamatan Marbau telah membuat nota kesepakatan yang intinya adalah pemanenan produksi diareal konflik yakni eks HGU akan dilaksanakan oleh poktan, namun hingga saat ini belum dapat direalisasikan karena belum adanya petunjuk tehnis dari Menneg BUMN.

Ketujuh, padata tanggal 7 Mei 2008 dalam audiensi dengan BPN Pusat diperoleh petunjuk bahwa segera dipeolehnya ijin pelepasan aset dari Menneg BUMN tanah tuntutan petani yang telah dikeluarkan dari HGU dimaksud akan dijadikan objek land reform guna membantu petani dalam proses pensertifikatannya.

Kedelapan, pada tanggal 9 Mei 2008 sewaktu STaB melakukan audiensi di kantor kementrian BUMN di Jakarta, dimana staf Meneg BUMN menganjurkan agar menyurati Direksi PTPN3 untuk memohon ijin pelepasan aset ke BUMN dan fihak kementrian akan memantau apakah telah dimohonkan kepada Meneg BUMN. Dan yang terakhir yaitu alasan yang kesembilan adalah bahwa STaB telah menyurati Direksi PTPN3 pada tangga; 28 Mei 2008 untuk permohonan pelepasan aset eks HUG PTPN3 untuk kepentingan petani namun hingga saat ini belum diproses di PTPN3.

“Atas alasan-alasan ini STaB mengaharapkan agar Komisi A menbantu guna mendukung penyelesaian konflik antara petani yang tergabung dalam STaB dengan PTPN3 khususnya Kebun Rantauprapat dan Kebun Marbau Selatan atas areal petani yang telah dikuasai dan telah dikeluarkan dari HGU juga telah diukur ulang oleh oleh BPN dengan menerbitkan rekomendasi yang dibutuhkan bagi fihak yang berwenang,” ujarnya.

Menanggapi pemaparan yang telah disampaikan oleh STaB, Mangarajatua Siregar yang mewakili pihak Direksi PTPN3 menyebutkan bahwa pihaknya mengakui kebenaran areal yang sedang dikuasai dan diusahai oleh STaB telah dikeluarkan dari HGU seperti yang disampaikan oleh STaB tadi.

Kendati demikian, Siregar tetap berkelit dengan alasan bahwa pihaknya selaku pemegang hak tetap berpegang pada prosedur dan tata cara proses hukum yang berlaku.

” SK HGU PTPN3 tidak diperpanjang lagi, namun kami selaku pemegang hak yang intinya tetap berpedoman pada prosedur dan tata cara proses hukum yang berlaku didalam undang-undang pertanahan. Yang mengikat disini adalah khususnya amar ketiga yaitu bahwasanya kalaupun tanah itu dilepas dan HGU tidak diperpanjang lagi maka harus mendapat persetujuan dari Meneg BUMN atau mentri terkait dan tanah itu dapat dimohonkan kembali oleh pemegang hak sesuai dengan peruntukkannya, ” ungkapnya.

Setelah mendengar pamarapan yang disampaikan oleh kedua belah pihak, Chaerudin selaku pimpinan Sidang menskor pertemuan sampai dengan batas pemberitahuan. Sebelumnya Chaerudin meminta copy data dan ketentuan yang disampaikan oleh PTPN3 untuk dipelajari dan dianalisa guna mengambil kesimpulan seperti yang diharapkan oleh STaB.(rel)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: