Askeskin bak ‘ajimat’ Bagi Rakyat Miskin Pesisir Labuhanbatu

Penyakit endemis yang selalu menghantui masyarakat pesisir tidak membuat gentar ‘pasukan seragam putih’ asal Puskesmas Sei Berombang, Kecamatan Panai Hilir.

Berbekal surat tugas dari Dinkes Labuhanbatu yang ditandatangani Kadis Kesehatan, Nazmil Fuad Harahap, pasukan sergam putih sebanyak 48 orang menjalankan misi kemanusian untuk membantu masyarakat. Warga pesisir yang rentan dengan berbagai jenis penyakit itu dihadapkan dengan kondisi perekonomian yang sangat memprihatinkan. Diperkirakan masyarakat pesisir lebih banyak yang miskin ketimbang yang hidup berkecukupan.

Kondisi perekonomian yang sangat memprihatinkan itu, merupakan PR bagi pasangan Milwanto (HT Milwan dan Sudarwanto S). Atas kesepakatan eksekutif dan legislatif maka pemerintah Kabupaten Labuhanbatu di tahun ini membuat program berobat gratis. Setiap warga diberi fasilitas kemudahan untuk berobat gratis di seluruh puskesmas dan RSU  Rantauprapat.

Berobat gratis itu sangat banyak membantu terutama pasien  yang hidupnya di bawah garis kemiskinan. Seorang pasien ditemui Waspada di Puskesmas Sei Berombang, Rohimah atau sering dipanggil para tetangganya Umi Kalsum, 43, warga Kelurahan Sei Berombang dengan berbekal sepotong surat Askeskin dia sangat bersyukur tidak lagi memikirkan biaya perobatan.

Janda beranak tiga itu, dua anak lelakinya sudah menikah dan bekerja sebagai nelayan dan seorang gadis tanggung bekerja sebagai pembantu rumah tangga mengaku, Askeskin yang diperolehnya dua tahun lalu sudah dianggapnya sebagai ‘ajimat’.

“Cukup menunjukkan Askeskin, petugas Puskesmas langsung  melayani saya dengan baik,” katanya.

Sementara itu, pasien balita kurang gizi dan telah operasi batu karang setahun yang lalu saat ditemui Waspada di rumah orangtuanya di Dusun VIII, Desa Sei Sanggul, Kecamatan Panai Hilir masih segar dan riang bermain. Balita yang kini sudah berusia enam tahun itu bernama Riza Yani hasil buah perkawinan Nurhidayah ,30, dan Syarifuddin ,35.

Menurut Nurhidayah, putrinya setahun yang lalu menderita kurang gizi dan batu karang. Bersama dengan suaminya yang bekerja sebagai penjahit jaring mendatangi puskesmas. “Cukup menunjukkan Askeskin, putri kami langsung ditangani dokter,” katanya.

Hasil pemeriksaan medis, Riza Yani menderita kurang gizi dan batu karang. Setelah satu malam opname di puskesmas maka Riza dirujuk ke RSU Rantauprapat. “Di rumah sakit, putri kami opname 20 hari,” katanya.

Selama di rumah sakit pelayanan cukup baik walau terkadang cukup menyakitkan juga dengan sikap para perawat. Tapi kita mau bilang apa. Kita orang miskin mau aja perawat memperhatikan kita sudah cukup bagus, papar Nurhidayah polos.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Sei Berombang, Khairuddin Nasution mengatakan, selama satu tahun terakhir ini, Puskesmas Sei Berombang sudah menyelamatkan lima balita kurang gizi.

Khairuddin mengakui dengan jumlah petugas kesehatan yang terbatas dan kondisi alam yang sangat mengkhawatirkan terutama saat musim hujan para petugas kewalahan untuk menempuh satu desa dengan desa lain.

Di daerah pesisir bila warga melalui jalan-jalan desa atau dusun yang masih beraspal tanah merah saat hujan turun maka sepeda motor yang dibawa terpaksa ditinggalkan di tengah jalan, baru besok harinya setelah matahari memanasi bumi pesisir sepeda motor yang ditinggal diambil kembali.

Saat ini petugas kesehatan yang ada di Panai Hilir yaitu dokter PTT satu orang, dokter TKS dua orang, perawat 30 orang, bidan 15 orang. Fasilitas Puskesmas mempunyai 4 ruang rawat inap dengan 8 tempat tidur.

Pasien gawat yang datang berobat setelah diobservasi biasanya kita rujuk ke RSU Rantauprapat sebab di sini fasilitas masih belum sempurna.

“Kita tidak ingin pasien yang menurut analisis kita bisa tertolong, terhambat dan menjadi penyesalan bila penanganan medis terlambat  dilakukan,” ungkapnya.
(iwa)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: