Asuransi Sekolah Disoal Dewan

Sejumlah sekolah negeri mulai tingkat SD hingga SMA di Labuhanbatu disinyalir mengharuskan muridnya menjadi peserta asuransi lokal.

Siswa baru harus membayar Rp45.000 selama tiga tahun. Pembayaran itu bersamaan dengan waktu pelunasan biaya daftar ulang beberapa waktu lalu.Kondisi itu dipersoalkan beberapa orangtua siswa. Misalnya saja, salah satu orangtua berinisial A yang anaknya bersekolah di SMP Negeri 1 Rantauprapat, mengeluhkan kondisi itu.

Semula dia terkejut melihat uraian pembayaran saat mendaftar ulang anaknya di sekolah itu. Asuransi yang dipersoalkan itu adalah Asuransi Wana Green Life. Keresahan orangtua siswa pun direspons Dinas Pendidikan Nasional Labuhanbatu.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Kadisdiknas) Labuhanbatu R Jamaren Ginting, praktik asuransi di sekolah tidak pernah mendapat izin dan rekomendasi dari pihaknya. Keberadaan asuransi pelajar itu dapat dikategorikan ilegal.

“Kita tidak pernah memberikan rekomendasi asuransiitu.Merekajugatidak pernah berkoordinasi dengan kita,”ujar R Jamaren Ginting kemarin Dia berjanji segera terhadap pengelola sekolah (guru dan kepala sekolah) yang kedapatan menjadi agen asuransi. “Semua yang tidak sesuai dengan peraturan maupun guru dan kepala sekolah terlibat menjadi agen akan ditindak.

Siang (kemarin) kami akan rapat, termasuk membahas masalah asuransi itu,”ujarnya. Dia menambahkan, selama menjadi Kepala Dinas Pendidikan Nasional, dia tidak mengetahui keberadaan asuransi itu.“Coba tanya dulu ke Kasubdis TPK, mana tahu sebelumnya ada,” ujar Jamaren menyarankan.

Jamaren merasa gerah dengan kejadian itu. Kalangan anggota DPRD Kabupaten Labuhanbatu juga bersikap sama. Bahkan, Komisi D Bidang Pendidikan akan memanggil P Situmeang, Direktur Asuransi Wana Green Life. “Kita akan memanggil Direktur Wana Green Life dan juga Kadisdiknas.

Dewan ingin tahu kenapa praktik seperti itu bisa masuk ke lingkungan sekolah, apalagi tanpa seizin dan rekomendasi dari dinas,” kata Saiful Usdek, anggota Komisi D. Bagaimana Pihak asuransi menyikapinya? P Situmeang mengakui ada ratusan sekolah diLabuhanbatuyangsiswanya menjadi nasabah tetap pihak asuransi.

”Mereka menilai, asuransikitasangatbagus.Maka, mereka menjadi nasabah kita,” ujar lelaki yang berkantor di Jalan Sirandorung, Kecamatan Rantau Utara ini. Saat ditanya apakah asuransinya itu sesuai dengan ketentuan modal minimum yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Pasar Modal (Bappepam) dan Lembaga Keuangan, Situmeang enggan memberi jawaban.

Menurut aturan Bappepam, modal minimum perusahaan asuransi harus memiliki dana sebesar Rp40 miliar di akhir tahun 2008 ini. Sementara pada 2009 modal minimum sebuah asuransi ditetapkan Rp75 miliar. P Situmeang juga berkelit saat ditanya apakah melibatkan guru dan kepala sekolah.

Dia mengatakan tidak memakai jasa guru maupun kepala sekolah menjadi agensinya. Yang Mengherankan,pembayaran biaya asuransi bersamaan saat murid sekolah mendaftar ulang. (sartana nasution)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: