Buaya di Sungai Kualuh Labuhanbatu Ngamuk Arta Br Samosir Siswa SMP Advent Tewas Diterkam

Arta br Samosir (15) siswi kelas II SMP Advent, Sei Apung Kecamatan Kualuh Hilir Labuhanbatu, tewas diterkam buaya ganas di Tangkahan Sei Apung Sungai Kualuh kawasan tersebut, Minggu (3/8) sekira pukul 18.30 WIB ketika sedang mandi di sungai itu.
Seorang nelayan, Baktiar Lubis, menjelaskan kepada SIB, sore itu Arta br Samosir penduduk Desa Sei Apung itu sedang mandi di tangkahan Sungai Kualuh, tiba-tiba seekor buaya yang selama ini mengganas langsung menerkam kakinya lalu menyeret korban ke tengah sungai.
Masyarakat Sei Apung yang mengetahui keganasan buaya itu, segera melakukan pengejaran. Setelah ditelusuri ke pinggir Sungai Kualuh, korban ditemukan namun pahanya dan kaki kirinya sudah hilang diduga dimakan buaya tersebut.
LSM Astran Labuhanbatu Zulfan Azhari Siregar mengomentari keganasan buaya di pinggiran Sungai Kualuh itu menjelaskan, dalam tiga bulan terakhir ini sudah 2 korban keganasan buaya itu. Sebelumnya, korban berusia 9 tahun yang sedang mandi-mandi bersama teman-temannya. “Korban ini bisa hilang selama 3 hari tetapi buaya itu memunculkan korban itu ke tepi sungai namun sudah mayat. Aneh memang keganasan buaya itu”, kata Zulfan.
Zulfan menambahkan korban keganasan buaya tersebut juga dialami keluarga Simanungkalit pada tahun 2005 lalu. Saat itu, putrinya Jualiana br Simanungkalit tidak ikut mandi-mandi di Tangkahan Bostan Pantai Belanak Sungai Kualuh itu. “Teman-teman Juliana yang sedang mandi itu bukan menjadi sasaran buaya itu, justru Juliana yang diterkam buaya tersebut sehingga tewas”, kata Zulfan.
Untuk mencari mayat korban Juliana pada masa itu, harus didatangkan pawang buaya dari Riau. “Namun ketika buaya itu berhasil ditangkap pawang, hanya tangan dan jari-jari korban yang tinggal di dalam perut buaya setelah dibelah perutnya,” kata Zulfan menceritakan keganasan buaya-buaya di Sungai Kualuh itu.
Zulfan menjelaskan ada berjenis-jenis buaya di kawasan Sungai Kualuh itu antara lain : buaya tembaga yang kulitnya menyeramkan dengan warna tembaga bergerigi mengkilat, buaya katak yang sejenis buaya yang ganas dan mau mengejar orang atau mangsa sampai ke daratan dan jenis buaya ikan yang ukurannya kecil serta tidak ganas terhadap manusia.
Zulfan belum tahu, jenis buaya apa yang menerkam korban Arta br Samosir putri Jordan Samosir/Saudur br Sinaga tersebut karena buaya itu lari meninggalkan korban yang sudah tewas. Untuk mendatangkan buaya itu, harus dipanggil pawang buaya.
“Untuk mendatangkan pawang buaya harus ada biaya Rp 6 juta dan belum lagi biaya-biaya lainnya. Biasanya pawang buaya itu dipanggil dari Riau,” kata Zulfan. (S18/x)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: