Pasca Demo Karyawan Suzuya Rantauprapat Merasa Diintimidasi

Sejumlah karyawan PT Suryatama Mahkota Kencana (Suzuya) Rantauprapat mengaku diintimidasi pihak perusahaan. Intimidasi diduga rentetan aksi unjukrasa karyawan beberapa waktu lalu, di halaman parkir Suzuya Jalan Ahmad Yani Rantauprapat dan di DPRD Labuhanbatu Jalan Sisingamangaraja.
“Akibat aksi kemarin itu, karyawan Suzuya kembali mendapat intimidasi. Mereka yang bertugas di pos Satpam disuruh mengosongkan pos jaga dan digantikan Satpam dari Outsourching,” ungkap perwakilan karyawan, Zulkifli Simangunsong, ketua pengurus wilayah Sumut, Front Nasional Perjuangan Buruh-Indonesia Politik Rakyat Miskin (FNPBI-PRM), didampingi Satpam Suzuya, kepada wartawan, Minggu (20/7) sore, di Rantauprapat.
Selain itu, katanya, beberapa orang di antara karyawan yang ikut unjukrasa, disuruh membuat surat pernyataan maaf. Sejumlah karyawan, tambahnya, juga mempertanyakan kepentingan oknum polisi terhadap persoalan tenaga kerja Suzuya yang dinilai telah mengintervensi.
“Hal ini terlihat dari proses awal persoalan buruh tanggal 12 Juni 2008, oknum polisi bahkan menjadi pimpinan rapat dalam pertemuan dan mengaku sebagai kordinator security. Berarti dia karyawan juga dong,” ujar Zulkifli, diamini seorang Satpam.
Seorang karyawan berinisial, HR, mengatakan intimidasi itu masih berlanjut seperti sebelumnya. Katanya, beberapa oknum polisi sering datang dan salahseorang diantaranya mengusirnya saat bertugas di pos Satpam.

KANGKANGI SURAT DISNAKER
Zulkifli Simangunsong menilai pihak Suzuya mengangkangi telah surat Dinas Tenaga Kerja Pemkab Labuhanbatu, Nomor: 560/737/Naker-3/2008 tanggal 17 Juli 2008, yang isinya merujuk rekomendasi DPRD Labuhanbatu, Disnaker secara jelas meminta kepada pimpinan perusahaan PT Suryatama Mahkota Kencana (Suzuya), untuk tidak melakukan intimidasi kepada buruh, karyawan serta tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dan melaksanakan hak-hak normatif sesuai dengan peraturan Perundang-Undangan yang berlaku dan memerintahkan kepada PT Delta, PT ISS untuk melapor ke Dinas Tenga Kerja Labuhanbatu.
Namun, kata Zulkifli, baru sehari Disnaker mengeluarkan surat dimaksud, pihak Suzuya mengeluarkan surat tandingan yang ditujukan kepada Kepala Unit PT Delta Multi Mandiri, yang isinya pengosoangan pengamanan pos. Salah satu poin dalam surat dimaksud, katanya, melarang serta mencegah secara tegas nama-nama 8 orang Satpam.
”Kedelapan orang Satpam dimaksud dianggap bukan lagi karyawan Suzuya. Kehadirannya hanya boleh diberikan dengan status pengunjung biasa dan tidak berbusana Satpam, sebagai mana tertera dalam surat Nomor 001/HR-SZG/VII/2008 tanggal 18 Juli 2008,” ungkapnya.
Asisten Manager Store Operation Suzuya, Darwan Yanto yang dihubungi wartawan per telepon, mengaku tidak melakukan intimidasi terhadap karyawan. Namun, katanya, terkait pengosongan pos Satpam itu wewenang perusahaan.
”Kalau intimidasi saya tidak melakukannya, kalau soal pengosongan itu wewenang Suzuya, tapi nanti lah kita lihat dulu dalam rapat dengan dewan mengenai status mereka,“ ujarnya per telephon.
Secara terpisah, anggota DPRD Labuhanbatu, Dahlan Bukhori, menilai perusahaan telah melawan pemerintah dengan melecehkan rekomendasi DPRD. Dia juga menilai Suzuya sudah tidak mengindahkan surat bupati yang dilakukan Disnaker.
“Kelihatannya pihak Suzuya menganggap tidak ada lagi pemerintahan di Labuhanbatu ini, khusunya DPRD,” tukasnya kesal. Dia mengharapkan Bupati Labuhanbatu HT Milwan bersikap tegas, jangan hanya memandang dari sisi investasinya tetapi harus memikirkan efek psikologis karyawan yang berdampak buruk terhadap warga Labuhanbatu.
Sebelumnya, Selasa lalu, sejumlah karyawan Suzuya terdiri dari pria dan wanita demonstrasi di halaman Suzuya. Selanjuntnya, mereka mendatangi DPRD Labuhanbatu mengadukan perlakuan tidak adil yang mereka terima selama ini serta menuntut hak normatifnya. (S25/v)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: