Sidang Lanjutan Gadis Cilik Korban Penganiayaan di Kota Pinang

* Keluarga Terdakwa Kasak-kusuk

Sidang lanjutan gadis cilik korban penganiayaan di Kota Pinang, dihiasi dengan aksi negosiasi oleh keluarga terdakwa, BK br S (36). Ini dibuktikan dari aksi pendekatan dan negosiasi yang dilakukan pihak terdakwa kepada hakim, sebelum sidang digelar Senin (4/8).
Sumber METRO yang tidak ingin namanya disebutkan, keluarga terdakwa yang mencoba mendekati hakim saat itu berinisial RS. Kala itu, RS didampingi dua rekannya. Selain preman, RS dikenal juga sebagai pengusaha. Sumber layak dipercaya mengatakan, RS adalah orang suruhan HR yang tak lain adalah keluaga dekat BK br S.
Upaya negosiasi itu dilakukan agar majelis hakim yang menangani perkara tersebut dapat memberikan status penahanan terdakwa penganiaya gadis cilik itu. Dari tahanan badan menjadi tahanan kota. Namun kelihatannya, upaya itu tidak membuahkan hasil yang memuaskan. Sebab terdakwa tetap saja dikembalikan ke lembaga pemasyarakat usai gelar sidang dalam agenda masih pemeriksaan saksi-saksi.
Seperti diberitakan sebelumnya, BK br S adalah terdakwa dalam kasus penganiayaan terhadap seorang gadis cilik anak tetangganya, bernama Naila Zahra Fitria (2,5). Peristiwa penganiayaan yang dilakukan BK br S terhadap Naila Zahra Fitria terjadi Selasa (22/4) sekitar pukul 10.00 WIB.
Peristiwa tersebut berawal ketika terdakwa sedang membakar sampah di pekarangan rumahnya. Api yang membakar sampah tersebut, mengenai tembok pagar rumah milik Muhammad Rafiq (40), yang tak lain adalah ayah kandung Naila Zahra tetangga terdakwa. Muhammad Rafiq saat itu meminta terdakwa agar api pembakaran sampah jangan mengenai pagarnya.
Namun terdakwa malah tak senang atas permintaan tersebut hingga terjadilah pertengakaran mulut. Korban yang keluar dari rumah hendak menyaksikan pertengakaran ayahnya dengan terdakwa, malah dihujani batu oleh terdakwa. Hingga, kepalanya luka dan mengeluarkan darah.
Setelah peristiwa itu, Muhammad Rafiq dan istrinya Rosal Fitria, langsung membuat laporan pengaduan ke Polsek Kota Pinang. Meskipun sudah diadukan ke polisi, terdakwa BK br S tidak pernah ditahan, baik saat berada di polsek maupun setelah berkas perkaranya dilimpahkan ke Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Kota Pinang.
Disinyalir, saat itu terdakwa tidak ditahan karena ada jaminan dari HR yang merupakan kerabat dekat keluarga terdakwa. Namun belakangan, majelis hakim diketuai Syahru Rizal SH, didampingi hakim anggota Alex TMH Pasaribu SH yang menyidangkan perkara tersebut, memerintahkan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Akhmad Hotmartua Siregar SH dan Donny Ritonga SH yang juga Kepala Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari) Kota Pinang, agar melakukan penahanan terhadap terdakwa BK br S terhitung sejak Senin (28/7) lalu. Tampaknya, terdakwa tak tahan mengidap di pengapnya penjara.

Sehingga, meminta kerbatnya untuk mengurus agar mendapat keringanan dengan mengubah status tahanan kota. (FDH)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: