Dugaan Suap Mutasi Ratusan Kasek Dilapor

* Polisi Menolak, Jaksa Menerima

Ratusan kepala sekolah (kasek) SD, SMA, SMA korban mutasi Dinas Pendidikan baru-baru ini, Rabu (6/8) mendatangi kantor Mapolres Labuhan Batu. Mereka, berniat melaporkan proses mutasi ke jalur hukum. Pasalnya, ditemukan indikasi suap dan pemalsuan Surat Keputusan (SK) mutasi. Sayangnya, niat para kasek runtuh setelah polisi menolak laporan itu kaerna dianggap belum memenuhi unsur pidana.
Kepada Kabag Ops Kompol T Manurung, perwakilan kasek membeberkan indikasi suap pada proses mutasi tersebut. Di mana, adanya permintaan sejumlah uang kepada para kasek melalui oknum tertentu. Permintaan sejumlah uang itu, untuk uang pengamanan jabatan kasek agar tak bergeser. Oknum tersebut konon kabarnya adalah orang dekat istri pejabat tertinggi di Labuhan Batu.

Sedangkan unsur pemalsuan yang diduga dilakukan atas proses mutasi itu, diduga terjadi pada perubahan golongan dan lain sebagainya, yang terdapat pada SK mutasi para kasek. Setelah membeber dugaan suap dan indikasi pemalsuan, para guru awalnya berharap laporan mereka diterima. Namun sial, Kompol T Manurung mengatakan laporan itu belum terdapat unsur pidana di dalamnya.

Mengenai aksi suap, menurut T Manurung hanya sebatas upaya percobaan. Belum terbukti dan belum telak memenuhi unsur pidana. Begitu juga dengan pemalsuan SK, bisa saja salah ketik. “Kalau menurut saya unsur pidana belum terdapat di dalamnya. Tapi begitupun, bapak-bapak silahkan saja melaporkan diri,” kata T Manurung menjatuhkan harapan para kasek. Akhirnya, para kasek memilih membubarkan diri.

Para kasek selanjutnya mendatangi kantor DPRD Labuhan Batu. Kepada jajaran dewan, para kasek lalu berkonsultasi mengenai persoalan mereka. Sempat digelar rapat dengar pendapat di gedung dewan saat itu.

Chairuddin dari Komisi A, didampingi Dahlan Bukhori, Panggar Nasution, Syarifuddin Tanjung, Irwansyah Ritonga, Syaiful Usdek dan Hj Tumanggor, langsung merespon laporan para kasek. Sempat pula dihadirkan Asisten 3 Setdakab Labuhan Batu Ariyanto, Kepala BKD Labuhan Batu Rusman Syahnan, Ketua Bawaskab Erwin Siregar dan Kepala dinas Pendidikan Labuhan Batu Jamaren Ginting.

Dewan kemudian meminta klarifkasi seputar mutasi itu kepada jajaran eksekutif yang hadir. Kepala BKD Labuhan Batu Rusman Syahnan, mengungkapkan mekanisme pengangkatan kasek merupakan usulan pihak Dinas Pendidikan Labuhan Batu kepada bupati. BKD hanya sebatas proses saja. “Usulan dari Dinas Pendidikan kepada bupati. Dan, selanjutnya bupati menugaskan BKD untuk melakukan prosesnya. Di situ saja keterlibatan BKD,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Labuhanbatu Jamaren Ginting, mengakui hal itu. Namun yang menentukan katanya tetap saja BKD. Mereka hanya mengusulkan ke bupati yang selanjutnya menyerahkannya kepada BKD. “Sesuai mekanisme berlaku. Penggantian dan mutasi kasek merupakan usulan dari Dinas Pendidikan. Selanjutnya, dibahas dan diproses oleh BKD Labuhan Batu untuk selanjutnya disyahkan dengan keputusan bupati,” akunya.

Tapi, tambahnya, dalam pengusulan nama-nama kasek yang dimutasi sebagai jawaban atas banyaknya kasek yang telah habis masa jabatannya. Serta, untuk mengisi formasi Kasek yang kosong di beberapa sekolah. “Pelaksanaan dan pengusulan nama-nama kasek yang dimutasi sesuai mekanisme yang berlaku,” tambahnya.

Mendengar penjelasan pihak eksekutif itu, ketua Rapat Dengar Pendapat (RDP), Chairuddin, malah berpendapat lain. Khususnya, dalam kaitan pemutasian itu dengan segi psikologis, senioritas dan profesionalisme para kasek. Selain itu, Irwansyah Ritonga, mengungkapkan, ketika persoalan ini terus terjadi, dunia pendidikan Labuhan Batu akan kian tercemar.

“Bagaimana pihak sekolah dapat memberdayakan pendidikan bagi anak bangsa, jika ada indikasi pungutan liar (pungli) dalam pengangkatan kasek. Maka, idealnya, hal ini (pungli, red) untuk ditindaklanjuti oleh aparatur penegak hukum yang ada. Sebab, itu indikasi pemerasan. Seharusnya, itu diselidiki,” tegasnya.

Namun, karena pembahasan yang terbatas waktu dan masih perlunya koordinasi antar instansi terkait di jajaran Pemkab Labuhan Batu, untuk mencari solusi dari persoalan yang terjadi, Rapat Dengar Pendapat akhirnya ditunda untuk batas waktu tertentu. “Rapat ditunda untuk batas waktu mendatang. Untuk selanjutnya, akan diberi infosrmasi waktunya kapan,” tandas Chairuddin menutup rapat seraya memukul palu pertanda rapat ditutup.

Terkesan, Rapat itu masih belum membuahkan hasil maksimal. Selain pihak eksekutif yang belum mampu menjawab dan memberi keterangan sesuai keinginan pihak kalangan kasek, rapat itu tak membawa arti penting bagi para kasek. Terlebih lagi, sekaitan dengan isu adanya pungli yang terjadi.

Tak mau menyerah, dari gedung dewan ratusan kasek bergerak lagi menuju kantor Kejaksaan Negeri Rantau Prapat. Sesampainya di kantor Kejaksaan, sebanyak 6 orang perwakilan kasek mengadakan pembicaraan dengan Kasi Pidsus Kejari Rantau Prapat, R Damanik.

Kepada Kasipidsus, perwakilan kasek kemudian menyampaikan keinginan mereka agar Kejaksaan melakukan penyelidikan tentang proses mutasi yang banyak terindikasi penyelewengan. Entah bagaimana, Kejaksaan ternyata menerima laporan tersebut. R Damanik berjanji, akan menyerahkan laporan itu ke Kepala Kejaksaan Negeri Rantau Prapat.

Setelah laporan diterma pihak jaksa, ratusan kasek akhirnya pulang dengan hati sedikit lega. Seperti diberitakan sebelumya, oknum berinisial U, sebelum mutasi digelar di jajaran kasek se Labuhan Batu, terdengar selalu mempromosikan untuk bisa mengurus jabatan kasek agar tak berpindah tangan. Begitu juga akan bisa mengurus seseorang untuk jadi kasek. Asal, mampu menyediakan dana sebesar Rp35 juta.

Begitu juga mengenai golongan. Adanya ditemukan salahseorang kasek yang sesuai dengan petikan keputusan kepala Badan Administrasi Kepegawaian Negara (BAKN) tertanggal 08 Juni 2001 lalu, ditetapkan menduduki golongan IV a sebagai guru pembina. Namun, berdasarkan petikan keputusan Bupati Labuhan Batu bernomor 821.24/1875/BKD-I/2008, golongan itu berubah menjadi penata Tk I, atau golongan ruang III/d. Dalam pengaduan itu, para kasek juga menyerahkan dan melampirkan beberapa berkas yang dianggap sebagai bukti pendukung kepada jaksa.

“Kita akan tindaklanjuti pengaduan itu. Segera akan menjadikannya sebagai laporan harian (laphar) dan akan disampaikan kepada Kepala Kejari. Dan, akan segera dilakukan rencana pemanggilan Kepala Dinas Pendidikan Labuhan Batu, untuk dimintai keterangannya guna mengklarifikasi persoalan itu. Terlebih lagi, terkait adanya keterlibatan oknum berinisial U, dalam menetapkan nama-nama calon kasek,” terangnya. (FDH)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: