Pindahkan Lokasi Proyek Dinas Kimprasda Labuanbatu Dinilai Lecehkan DPRD

Dinas Pemukiman dan Prasarana Daerah (Kimprasda) Pemkab Labuhanbatu dinilai melecehkan DPRD, sebab memindahkan lokasi proyek pengerasan jalan sepanjang 500 meter di Dusun Pasar Bilah II-A, Kelurahan Kampung Mesjid, Kecamatan Kualuh Hilir, tanpa melalui addendum.
Sekretaris Fraksi Bintang Kemerdekaan Sejahtera (FBKS) DPRD Labuhanbatu, Jahotman Sinaga menganggap pihak Dinas Kimprasda telah melakukan pelanggaran, memindahkan lokasi proyek tanpa addendum melalui persetujuan DPRD.
Hal senada diungkapkan anggota DPRD, Saiful Usdek dari Fraksi PDIP. Dia menilai Dinas Kimprasda telah melecehkan DPRD dan telah menyalahgunakan jabatannya.
Kasus itu terungkap dari Kepala Dusun Pasar Bilah II-A, Sarman (48) ketika ditemui wartawan, Sabtu (26/7) lalu. Dia mengaku sekaligus membuat pernyataan bahwa pengerasan jalan itu fiktif, ia juga menduga Lurah menyetujui pemindahan lokasi proyek dan disinyalir direstui seorang pengawas proyek dari Dinas Kimprasda Labuhanbatu, Samsul, tanpa melalui addendum.
Samsul ketika ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (28/7), membenarkan bahwa proyek pengerasan jalan sepanjang 500 meter itu telah dipindahkan lokasinya. “Ya, boleh-boleh saja tanpa melalui addendum, daripada tidak dibangun,” ungkap Samsul.
Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Rantauprapat R Damanik SH ketika dikonfirmasi wartawan melalui telepon seluler, Minggu (3/8) menyatakan, kalau itu benar, Dinas Kimprasda telah melakukan pelanggaran dan ada tindak pidananya, karena jelas pasti ada alasan kenapa dipindahkan lokasi proyek itu dan dalam hal ini juga pasti ada unsur kepentingan perseorangan untuk memperkaya diri sendiri.
“Ini sudah ada pidananya. Jelasnya korupsi lah, karena pemindahan lokasi proyek harus melalui mekanisme yang telah diatur, contohnya, melalui addendum di DPR, jadi dalam hal ini mereka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya itu,” ujar Damanik.
Ketika disinggung bagaimana sikap kejaksaan dalam menyingkapi dugaan pelanggaran itu, Damanik menjawab akan mempelajari dulu. “Akan kita pelajari dulu,” ungkapnya.
Kasubdis Jalan dan Jembatan Dinas Kimprasda Ir Safrin, ketika ditemui wartawan mengaku kurang mengetahui masalah proyek itu. “Saya kurang mengetahui masalah proyek itu, jumpai aja anggota saya yang mengawasi proyek itu,” ujar Safrin. (S25/q)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: