Harga TBS Kian Terpuruk, Gapki Minta PE CPO Diturunkan

Melemahnya harga minyak mentah dunia kembali menekan harga crude palm oil (CPO) di pasar internasional hingga Rp 6.900/kg. Dampaknya, harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani tertekan hingga Rp 700/kg.

Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (Gapki) Sumut Balaman Tarigan memperkirakan kondisi itu akan semakin mempersulit pengusaha dan petani sebab harga komoditas pendukung tetap tinggi. “Petani akan tertekan dengan tingginya harga pupuk. Di sisi lain, pengusaha juga akan merugi, dikarenakan tingginya pungutan ekspor (PE) CPO yang diterapkan pemerintah,” katanya dalam dialog warung sawit di kantor Gapki, Selasa (12/8).
Dalam tiga hari terakhir harga TBS kelapa sawit di tingkat petani di berbagai daerah, seperti Labuhanbatu dan Langkat terus turun hingga menjadi Rp 700-Rp 800 per kilogram, padahal sempat melampaui Rp 2000 per kilogram.

Di Kabupaten Langkat harga anjlok akibat menumpuknya buah di pabrik kelapa sawit (PKS).
Dikatakannya, kondisi ini harus menjadi fokus perhatian pemerintah, mengingat kelapa sawit khususnya CPO merupakan salah satu komoditas ekspor unggulan Indonesia dan Sumut. Perhatian tersebut, lanjutnya, dapat dilakukan dengan memberi kemudahan-kemudahan di kala bisnis kelapa sawit mulai kesulitan. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan mempertimbangkan penurunan PE CPO, bahkan kalau bisa dihapuskan.
Dia mengemukakan, bisnis kelapa sawit ini sendiri baru bangkit sejak tahun 2005 dan telah menyumbang pendapatan negara dengan pungutan-pungutan beberapa tahun terakhir ini. “Sudah sepantasnyalah ada perhatian pemerintah di masa sulit ini. Jika tidak, dikhawatirkan kondisi ini akan memperparah perkelapasawitan secara luas,” ujarnya.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Asmar Arsjad mengemukakan, rendahnya harga TBS sangat memberatkan, mengingat tingginya harga pupuk saat ini. Karena itu, pihaknya juga menganggap perlu ada revisi terhadap kebijakan PE CPO progresif.

“Siklus ini sudah seperti efek domino, begitu PE tinggi pengusaha membebankannya kepada harga TBS,” ungkapnya.
Singkatnya, dia mengatakan, pengusaha merasa tertekan oleh pemerintah, maka mereka ini balik menekan petani dengan menurunkan harga TBS. Jika ini yang terjadi, jangankan dengan harga CPO rendah, harga tinggi pun petani tetap akan tertekan.
Sementara itu, Jafar mewakili Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) mengatakan, harga Rp 700/kg jelas akan menyulitkan pengusaha. Soalnya, harga produksi untuk satu kilo TBS berada di kisaran Rp 500-600/kg. “Dengan harga rendah tersebut, jelas petani tidak akan merasakan untung, boleh dikatakan pas-pas makan lah,” katanya, menggambarkan kondisi petani kelapasawit saat ini.
Bentuk Warung Sawit
Dalam pertemuan yang dihadiri perwakilan petani, pengusaha, eksportir, pemerintah dan pihak terlat kelapasawit tersebut sepakat membentuk wadah bersama. Forum yang diberi nama Warung Sawit tersebut akan membuat pertemuan rutin guna membahas mengenai perkelapasawitan di Sumut, dan Indonesia pada umumnya.
Selain membahas harga TBS dan PE CPO, dalam pertemuan pertama ini, Warung Sawit menyepakati beberapa topik permasalahan kelapasawit saat ini. Ada empatbelas poin yang menjadi permasalahan, yakni perizinan, perda, kepastian hukum, infrastruktur, sosial, lingkungan, RSPO, PE, pupuk, benih palsu, kalster industri CPO, register 40, kemitraan, dan CSR.
“14 topik permasalahan ini akan dibahas secara bertahap dalam pertemuan setiap dua minggu,” kata Sekretaris Gapki I Timbas Prasad Ginting. Sementara untuk hal-hal yang berkaitan dengan kebijakan akan diundang instansi terkait di daerah.

MedanBisnis – Medan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: