Suami Tolak Mengakui Darah Dagingnya

Meski namanya mengandung kata Bahagia, tapi pada praktik kehidupannya, bayi malang ini malah terkesan menderita. Mengapa tidak, begitu terlahir ia kedunia, tak satu pun ada yang mengaku sebagai ayahnya. Cerita bayi malang yang terlahir ke dunia tanpa ayah ini, berawal dari kesepian yang dirasakan DH, janda beranak dua yang tak lain adalah ibu kandung M Aidil Maha Bahagia, si bocah kurang beruntung itu. Pucuk dicinta ulam tiba, kesepian DH sedikit terobati karena teman baru kenalannya berinisial RZH (39), PNS yang bertugas di Pemkab Labuhan Batu menaruh rasa kepadanya. Perkenalan itu berlanjut hingga ke hubungan badan.
Keasiykan bersetubuh, ternyata membuat perut DH membuncit hanya dalam waktu 3 bulan. RZH, lalu menggajak pujaan hatinya itu menikah sirih. Dan sebelum keduanya menikah, RZH duluan permisi kepada ke dua putra DH, dan berjanji, akan menjaga mama mereka dengan baik dan tak akan membuatnya kecewa.
Mendengar perkataan ayah tirinya itu, kedua anak yang masih duduk di bangku SMP tersebut, kontan memberi restu. Pernikahan di bawah tangan pun dilangsungkan. di Desa Sido Rukun Kecamatan Rantau Selatan, Rabu 20 Juni 2007 lalu. Singkat cerita, Rabu 19 Desember 2007, bayi mungil yang di dalam perut DH lahir ke dunia. Bayi dengan berat 4,7 kilogram tersebut, kemudian diberi nama M Aidil Maha Bahagia.
Namun belakangan, kelahiran si bayi malah selalu membuat banyak masalah. Sebab RZH, tak pernah mengakui bayi itu darah dagingnya. “Dia (RZH, red) selalu mengatakan bahwa bayi itu bukan darah dagingnya,” ungkap DH kepada wartawan, Selasa (12/8) di rumah sewa yang terletak di pinggiran Jalinsum, Sigambal.
Akan tetapi, nasib bayi itu saat ini semakin sengsara karena sang ayah tidak pernah membelikannya susu sebagai tambahan ASI. Bahkan, praktis uang belanja ke rumah tak pernah lagi diberikan. “Melihat tingkahnya itu, sempat aku datangi ia ke kantornya untuk minta uang belanja.

Namun setiap aku ke sana, dia tak pernah ada. Bukan itu saja, aku terus dipukuli dan ditunjangi berkali-kali saban ia ke rumah. Tingkah lakunya kerap dilihat tetangga sebelah rumah kami,” terang DH sembari mengatakan belakangan dirinya baru mengetahui, kalau ternyata, RZH telah memiliki istri sah.
Tak tahan diperlakukan begitu, DH meminta agar diceraikan saja. Mendengar perkataan DH, RZH pun membuat surat pernyataan cerai yang berbunyi, dengan ini menyatakan bahwa dia selaku suami tidak mampu memberi nafkah belanja kepada istri dan anaknya. Akan tetapi surat perceraian itu, tidak ada yang menandatangani, kecuali diduga hanya RZH sendiri. Bahkan, kedua orangtuanya sendiri tidak mau membubuhkan tandatangan.
“Sampai sekarang RZH, tak pernah memberikan nafkah kepada kami. Kalaupun dia datang hanya memberikan uang sebesar Rp50 ribu dan selanjutnya pergi. Bahkan, RZH selalu mengatakan bahwa bayi itu bukan anaknya sebelum ada bukti tes DNA,” terang DH.
Lebih jauh DH mengatakan, bahwa bayinya itu sewaktu lahir bernama Aidil Zulkrnain, namun karena tak pernah diperhatikan ayahnya, diganti nama bayi menjdi M Aidil Maha Bahagia. Sementara RZH ketika dihubungi METRO Via handphone, belum berhasil dimintai ketrangan lebih banyak. Kepada wartawan, RZH mengaku belum sempat membicarakan masalah itu dengan alasan sibuk. “Nanti saja kita bicarakan masalah itu. Karena saya lagi banyak pekerjaan di kantor,” ujarnya kepada salahseorang wartawan. (FDH)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: