Gagap TI, Laptop DPRD Mubazir

Fasilitas negara berupa laptop untuk mendukung kinerja anggota DPRD Labuhanbatu disoal.Sejak pembeliannya melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Labuhanbatu Tahun Anggaran 2007, hingga sekarang laptop itu hampir tidak pernah dipergunakan saat persidangan di DPRD.

Ketua Badan Kehormatan Dewan (BKD) Zulham Irianto meminta fasilitas itu segera dipergunakan untuk semestinya. ’’Saya minta agar memanfaatkannya demi kepentingan penunjang tugas dan kinerja,’’ ujarnya menjawab SINDO. Zulham menyatakan tidak etis jika DPRD kembali mengalokasikan APBD untuk pembelian fasilitas teknologi informasi (TI) yang sama.

’’Kalau untuk hal seperti itu tidak pantas mengalokasikan kembali dana APBD. Itu kan sifatnya relatif.Ya,semestinya masing- masing sendiri yang berkeinginan menambah pengetahuan SDM-nya mempergunakan laptop,’’ paparnya. Sementara itu, anggota DPRD Dahlan Buckhori tak menyangkal bahwa ada rekannya yang tidak menggunakan laptop karena tidak bisa memakainya.

’’Ya bisa saja mereka belum memiliki pengetahuan saat menggunakan dan memanfaatkan laptop,” tuturnya. Dahlan menolak usulan bahwa DPRD mengalokasikan anggaran untuk pelatihan penggunaan teknologi informasi itu. ’’Tidak pantas itu karena tidak etis.

Jangan hanya untuk meningkatkan pengetahuan penggunaan laptop mesti menganggarkan dana APBD lagi,’’ tandasnya. Dia menduga selama ini fasilitas negara itu justru banyak digunakan keluarga anggota DPRD Labuhanbatu. Pengadaan 24 laptop ini sendiri awalnya sudah bermasalah. Sebagian kalangan anggota Dewan mendukung pengadaannya.Alasannya guna mengikuti perkembangan zaman.

Kesimpulannya saat itu laptop tetap dibeli sebagai alat pendukung kerja. Sementara itu, Direktur Eksekutif Lembaga Bina Masyarakat Indonesia (LBMI) Yos Batubara sangat mendukung kebijakan tersebut. ’’Paling tidak, laptop itu menjadi alat pendukung pencerdasan mereka.

Saat ingin membaca makalah, undangundang , atau peraturan lain dengan laptop lebih praktis dibanding buku-buku atau bundelan,’’ paparnya. Saat ini,lembaga di negara ini pasti mengalokasikan bujet untuk pengadaan barang itu. Namun, dia mengingatkan agar laptop itu nanti jangan dijadikan milik pribadi. (sartana nasution)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: