Sidang Penganiayaan di Pengadilan Negeri Rantau Prapat Berorama Suap

majelis Hakim Teror Anak
dibawah Umur”



Hari Anak Nasional (HAN) yang baru saja di Peringati
pemerintah nampaknya bukan menjadi momentum baik bagi
Danu Triatmoko (13) dan Wesli (13)  pelajar kelas I
SMP Yayasan Perguruan Sultan Hasanudin Aekkanopan.
Pasalnya saat dirinya mengadukan perlakukan kejam sang
Kepala sekolah hingga menganiaya dan memecat mereka
atas tuduhan memiliki Kelainan sex, Hakim  Pengadilan
Negeri Rantau Prapat Boni SH malah melakukan teror
terhadap Mental  kedua korban anak kecil tersebut
dalam ruangan Sidang,
Bahkan dia Hakim tak segan- segan akan memenjarakan
anak anak yang masih bau kencur itu jika terdakwa
kepala sekolah SMP Sultan Hasanuddin balik mengadu
atas tuduhan telah mengeluarkan burung “Cucok
Rowo” nya di dalam ruangan Kelas.
“kalian bisa saja di laporkan balik Oleh Terdakwa
kepala Sekolah Dra Linda HN karena
mengeluarkan kemaluan di dalam kelas liat aja pasal
pasal menjerat kalian hukuman nya bisa dituntut 2
tahun 6 Bulan” itu lah murid sekarang sikit sikit
mengadu sewaktu sekolah dulu saya ditempeleng guru
tidak mengadu sebut hakim Boni SH,sambil disambut
senyum Summingrah oleh terdakwa Dra Linda HN
yang duduk di samping kiri hakim berdampingan dengan
seorang pengacara sebut  sumber dari pengadilan baru
baru ini.
Namun dalam agenda sidang, Korban Danu Triatmoko (13)
menjelaskan kepada majelis hakim perlakukan itu
dilakukan karena ditanya oleh sesama murid laki laki
yang merasa penasaran ingin mengetahui gimana
kejadian, sunat karena kebetulan korban baru saja di
sunatkan oleh orang tuanya.

Sidang penganiayaan terhadap anak dibawah umur itu
sempat ditunda tiga kali, oleh Pengadilan Negeri
Rantauprapat dan baru dapat  digelar tanggal kamis
(31/07) kemarin itupun sidang digelar hampir gelap
mulai pukul 06.00 wib sampai lewat mahgrib, dengan
Hakim Ketua Sahru Rizal, Hakim Anggota Alex Pasaribu
dan Boni SH.
Sidang yang digelar kamis sore kemarin para hakim
terlihat mengunakan seragam lengkap Dengan agenda
sidang mendengarkan keterangan saksi dari korban,
yaitu Wesli dan orang tua korban sendiri, sedangkan
saksi anak lain Mikael tidak memenuhi panggilan sidang
karena masih dalam kendali terdakwa, namun sidang itu
sendiri akhirnya ditunda oleh majelis hakim dan akan
dilanjutkan kamis berikutnya.
Pada  sidang sebelumnya terdakwa Dra Linda HN, telah
berulag kali dipanggil memenuhi pangilan Sidang Oleh
hakim bahkan sebelum itu terdakwa juga sempat ditahan
mendekam di lembaga Permasyarakatan Labusona
RantauPrapat selama 11 hari, namun karena jaminan
terdakwa akhirnya mendapat penanguhan dan hingga
sekarang tetap berada diluar menghirup udara segar.
menaggapi kejadian itu tokoh masyarakat kualuhhulu
yang juga mantan Anggota DPRD labuhanbatu Buyung
Efendi menyesalkan sikap mejelis hakim yang
menyidangkan kasus penganiayaan anak dibawah umur itu.
menurutnya Pertanyaan hakim terkesan membela terdakwa
malah menyudutkan korban,semestinya
hakim tidak boleh melontarkan pertanyaan demikian
kepada korban yang masih dibawah umur dengan
mengintimidasi akan menuntut balik saksi korban karena
pertayanyaan itu bernuansa “teror” dan dapat
melemahkan mental sikorban, sedangkan orang dewasa
saja merasa ketakukan mendapat ancaman dituntut
kemabali oleh hakim apalagi anak kecil,
menurut nya sidang itu tidak wajar dan beraroma suap
kejadian itu sangat Menodai Hari Anak Nasional
(HAN)karena anak dibawah umur itu wajib dilindungi
dari tindakan kekerasan dari orang tua atupun orang
lain secara Fisik ataupun Mentalnya.(put)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: