Sungai Bilah Telan Korban Lagi

Kalau beberapa bulan lalu Juliana, seorang gadis SMA tewas tenggelam dengan tubuh terpotong-potong di Sungai Bilah, Kelurahan Aeksiranda, Rantau Utara, Minggu (17/8), giliran warga Kota Siantar yang juga berjenis kelamin perempuan jadi korban di lokasi sama. Menurut cerita, korban hilang ke ke dasar sungai setelah tiga kali upaya pertolongan dari warga tak berhasil dilakukan. Ada yang bilang, kegagalan itu disebabkan satu kekuatan lain menghalanginya.
Informasi di lapangan menyebutkan, wanita naas diduga tuna rungu itu sebelumnya terlihat warga berenang-renang di tepi sungai bersama dengan seorang kerabat dekatnya. Namun tiba-tiba, korban terseret arus air tenang itu. Korban kontan gelupur megap-megap. Melihat korban hanyut, dua warga sektiar yang ketepatan melihat, mencoba memberi pertolongan.
Herman (35), seorang sopir mobil berat pengeruk tanah mengatakan, saat itu dirinya melihat dua pria melompat ke sungai berusaha memberi pertolongan kepada korban. Namun, Herman mengaku tak tahu persis nama keduanya. “Saya waktu itu baru selesai kerja. Tapi karena ada yang hanyut, saya tak langsung pergi meninggalkan lokasi,” katanya Senin (18/7).
Salahsatu dari pria itu mencoba mendekap tubuh korban untuk diselematkan saat itu. Namun, entah mengapa korban meronta seakan menolak ditolong. Bukan hanya itu, pemuda pertama yang hendak menolongnya bahkan sempat dibenamkan korban ke dasar sungai. “Pria pertama yang menolong tenggelam. Setelah itu, pria yang kedua mencoba lagi memberi pertolongan kepada korban. Waktu itu, rambut korban yang ditarik ke atas,” kata Herman.
Namun, upaya kedua itu tetap tak mendapat respon dari korban, yang justru merontah dan berusaha melepaskan diri. Alhasil, pertolongan kedua itu pun gagal lagi. Rambut korban terlepas dari genggaman si pria kedua yang memberi pertolongan. Melihat kedua pria itu gagal, Herman tak mau diam, ia pun berusaha memberi pertolongan ketiga. Dengan sigap, bekho yang telah dicuci dihidupkan lagi oleh Herman. Lalu, tubuh korban rencananya hendak ia sergap dengan tangan pengeruk pasir mobil berat itu. Akan tetapi, entah mengapa, mobil berat yang dikemudikan Herman berjalan sendiri dan nyaris tergelincir ke dalam sungai.
“Waktu itu saya juga hendak menolong korban, tapi bekho saya mau tergelincir ke sungai. Karena saya takut mobil terperosok, saya akhirnya memilih memundurkan dulu mobil ke pinggir sungai. Tapi secepat itu pula tubuh gadis tersebut hilang ditelan air,” katanya. Korban katanya, memiliki ciri-ciri dengan rambut sebahu serta berkulit putih. Hingga Senin itu, Herman mengaku kalau tubuh gadis tersebut masih belum berhasil ditemui.

Wanita Paro Baya & Paranormal Berupaya Mencari

Hingga Senin, upaya pencarian tubuh korban tak begitu terlihat. Herman mengatakan, hari itu hanya ada seorang wanita paro baya sempat terlihat mondar-mandir dengan menggunakan boat untuk mencari tubuh korban di sekitar lokasi. Wanita paro baya itu kata Herman, bertubuh gemuk dan rambut lebih sebahu. “Saya ada melihat wanita di atas sampan boat seperti melakukan pencarian. Wanita itu postur tubuhnya gemuk dan rambutnya tidak terlalu panjang,” paparnya.
Tak hanya itu, Herman juga mengatakan, seorang pria diperkirakan berusia 50 an tahun juga terlihat bertafakur duduk bersila sambil membakar dupa di pinggiran sungai. Herman menduga, pria itu adalah para normal yang berusaha mencari tubuh korban. Tapi hingga kini, Herman tak bias memastikan apakah keduanya adalah keluarga korban.
Sementara itu ketika hal ini dikonfirmasi ke pihak Mapolres Labuhan Batu, Kasatreskrim AKP Mara Junjung Siregar mengatakan, pihaknya belum menerima laporan dari warga yang merasa kehilangan kerabatnya sebagai korban hanyut si sungai tersebut. “Namun saya tetap akan menceknya. Tapi memang sampai sekarang, tidak ada laporan tentang itu,” paparnya.
Kepala Satlak PBP Labuhan Batu, Nilwansyah, juga mengakui hal yang sama. Pihaknya, kata Nilwansyah, akan berkoordinas terlebih dahulu dengan aparat terkait tentang informasi itu. “Kita siap menerima laporan dan akan mengerahkan personil untuk melakukan pencarian. Tapi, mesti berkoordinasi dengan pihak Kepolisian telebih dahulu,” ujarnya kepada wartawan Minggu malam kemarin.
Seorang warga Aek Siranda, Senin (18/8) kepada wartawan sempat mengatakan, korban yang juga tuna rungu, itu selama ini tinggal di rumah kerbatanya di seputaran Jalan Rantau Lama, Rantau Selatan, Labuhan Batu. Namun saat wartawan mencek ke tempat itu, tak satu pun dari warga yang merasa kehilangan anggota keluarganya. “Kami tidak ada mendengar warga Jalan Rantau Lama jadi korban hanyut di Sungai Bilah.

Apalagi, kalau korban merupakan Tuna Rungu. Kan, kalau memang ada yang menjadi korban hanyut, pasti sudah menjadi heboh,” jelas Halimah, salahseorang warga setempat.(FDH)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: