Kebijakan Suzuya Terus Mengancam Karyawan

15 Lagi Dimutasi


Kebijakan Manajemen Suzuya pasca didemo karyawannya, terus berlanjut ke tingkat serius. Kalau sebelumnya hanya pengeluaran sanksi Surat Peringatan (SP) kepada sejumlah karyawan yang berdemo, kali ini kebijakan meningkat dengan memutasi 15 karyawan lagi. Walau masih secara lisan, namun kebijakan mutasi itu dibenarkan pihak perusahaan.

Ke 15 karyawan yang akan ke mutasi ke tiga cabang Suzuya, yakni Banda Aceh, Lhoksumawe dan Tanjung Mora Kabupaten Deli Serdang, akhirnya tak bisa berbuat banyak kecuali mendatangi kantor DPRD Labuhan Batu, guna meminta perlindungan atas kebijakan sepihak itu.
Kedatangan para karyawan ke DPRD, turut didampingi rekan-rekan mereka yang sebelumnya telah menerima sanksi sebelumnya. Dahlan Bukhori, anggota DPRD Labuhan Batu dari Komisi A, yang menerima kedatangan para karyawan sedikit berang mendengar tindakan pihak Suzuya. Setelah berembuk, Bukhori dan karyawan akhirnya sepakat mendatangi Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Labuhan Batu.
Kepala Disnaker Labuhan Batu Maju Manurung, yang menerima kedatangan para karyawan dan Dahlan Bukhori, akhirnya duduk bersama membicarakan persoalan itu. Namun setelah mendengar pengaduan dari karyawan, Maju Manurung mengatakan, Disnaker dalam hal itu tidak dapat melakukan apa-apa kecuali mediator.
“Dinas Tanaga kerja hanya bisa menjembatani, kami tidak punya wewenang memutuskan apalagi memberi tindakan kepada pihak perusahaan. Kalau kalian (karyawan red) merasa tidak puas dan tidak adil dengan keputusan ini, bisa melanjutkan kasusnya ke panitia penyelesaian sengketa hubungan industrial,” ujar Maju.
Sementara itu Solo Panjaitan, salahseorang staf Dinas Tenaga Kerja di sana, memberikan penjelasan kepada karyawan terkait dua cara penyelesaian yang bisa dilakukan Disnaker dalam perselesiahan perburuhan. Pertama dengan penyelesaian bipartite, dan kedua dengan jalur hukum. Namun penjelasan itu tak membuat karyawan lega. Pasalnya, Disnaker selama ini tak pernah berbuat apa-apa dalam mengatasi persoalan antara karyawan dengan pihak manajemen.
Sementara itu Dahlan Bukhori menilai, sikap Disnaker selama ini tidak tegas dalam menangani persoalan karyawan Suzuya. “Saya berharap ada jalan keluarnya yang baik. Kondisi yang dihadapi karyawan Suzuya ini cukup memperihatinkan. Apalagi, sikap Disnaker juga kurang tegas,” ujar Dahlan.
Sementara itu Daryanto, perwakilan perusahaan mengatakan, karyawan dipersilahkan kembali bekerja sebagaimana bisanya, sebelum persoalan antara perusahaan dan karyawan tuntas. “Silahkan bekerja sebagaimana bisanya, sampai persoalan ini selesai,” ujarnya di hadapan karyawan.
Sekedar mengingatkan, karyawan Suzuya mendapat berbagai intimidasi dari pihak manajemen. Mereka diperlakukan demikian akibat mendemo pihak manajemen yang dinilai tidak memenuhi kewajiban kepada karyawannya.

Persoalan itu malah telah diadukan ke Disnaker jauh hari sebelumnya. Namun sayangnya, hingga kini Disnaker tak menindaklanjuti laporan tersebut. Karyawan menduga, Disnaker telah bersekutu dengan Suzuya. (FDH)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: