Diduga Stress Seorang Pria di Labuhanbatu Potong “Burung” Sendiri

Seorang pria warga Labuhanbatu nekad memotong ”burung” nya, Jumat (22/8). Tidak diketahui apa sebabnya ia nekad mengeksekusi alat vitalnya. Tetapi warga menduganya sedang stress atau mengalami gangguan jiwa.
Aspan Munthe (23) warga Desa Padanglaut, Kecamatan NA IX-X, itu pun terpaksa dilarikan ke Unit Gawat Darurat RSUD Rantauprapat untuk menghentikan pendarahan yang dialaminya.
Pria berpostur tinggi jangkung itu, kata warga, sejak sepekan terakhir seperti mengalami stress. Beberapa hari lalu pria itu tidak bisa tidur (insomnia) dan tidak nafsu makan atau pun minum. Karena sakit yang dialaminya tidak sampai mengganggu dan tak meresahkan orang lain, pihak keluarga tidak khawatir.
Kamis (21/8) malam pekan lalu, upaya menyembuhkan penyakit yang dialaminya pria lajang itu ditempuh dengan melakukan pengobatan alternatif.
“Dia (Aspan, red) sempat kami bawa ke orang pintar untuk diobati. Dan, oleh orang tua itu diberi minum air putih. Kontan, dia dapat tidur pulas malam itu,” beber Syahman Munthe orangtua korban, di komplek RSUD Rantauprapat.
Aspan anak ke-2 dari 9 bersaudara, kata Syahman, memang pendiam. Sehingga, dia pun tidak mengetahui pasti apa penyakit yang dialami anaknya. “Dia pendiam. Keluar rumah paling sewaktu ke kebun sawit milik kami yang tidak jauh dari rumah,” ujarnya.
Tetapi, sambungnya, oleh deteksi kebatinan yang dilakukan paranormal, Aspan diduga kena gangguan makhluk halus. Sehingga, watak dan sifatnya berubah. “Katanya anak saya kena gangguan jin. Makanya, orangtua itu membantu untuk mengusir pengaruh jahat itu darinya,” imbuhnya.
Jumat siang, dia mengaku kaget setelah dikabari tentangganya kalau anaknya memotong alat kelaminnya sendiri. Sebab, hari itu, kecuali Aspan, semua penghuni rumah sedang keluar. “Saya mengetahui kejadian itu karena dikabari tetangga. Tetangga mengaku melihat anak saya terkapar di halaman belakang rumah,” jelasnya.
Syahman menambahkan, salah seorang tetangga mereka, sekira jam 10.00 WIB itu, ketika melintas merasa curiga melihat gelagat anaknya yang tertidur lemas di halaman belakang rumah. “Setelah mendekati Aspan yang sudah tergeletak, baru diketahui kalau korban mengalami luka serius di bagian alat vitalnya,” ujar Syahman.
Syahman tidak menyebutkan jenis senjata tajam yang dipakai Aspan untuk mengeksekusi ‘burung’ nya itu. Tetapi, atas kejadian itu mereka segera membawa Aspan ke RS Rantauprapat untuk mendapatkan pertolongan medis.
Pantauan wartawan di RSUD Rantauprapat, pendarahan yang dialami Aspan tergolong berat. Sepanjang koridor UGD menuju zal 3 tempat ruang opname, darahnya menetes di lantai. Aspan terlihat lemas dan diam tergeletak di atas tempat tidur. (S25/y)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: