8 Bulan Uang Makan 4000 an PNS Golap

DPRD Curiga Dana Didepositokan


Sedikitnya 4000 an Pegawai Negeri Sipil (PNS) se Labuhan Batu, hingga kini belum memeroleh uang makan yang seharusnya mereka terima setiap bulan terhitung Januari 2008 lalu.

Syarifuddin Tanjung, anggota Komisi B DPRD Labuhan Batu curiga, dana tersebut sengaja ditahan lalu didepositokan untuk mendapat keuntungan pribadi oknum tertentu.
“Jumlah PNS se-Labuhan Batu sekitar 7 ribu orang lebih. Yang belum mendapatkan uang makan diperkirakan sekitar 4000 an lagi, termasuk guru. Dikemanakan uang itu. Kita curiga dana itu didepositokan oknum tertentu di pemerintahan untuk mendapatkan keuntungan,” katanya Kamis (28/8).
Ironisnya sambung Syarifuddin, belum dibayarkannya uang makan itu membangun preseden buruk jajaran DPRD Labuhan Batu. Sebab para PNS menganggap, keterlambatan pencairan uang makan itu disebabkan DPRD yang tak kunjung mengetuk palu anggaran. “Banyak mereka (PNS red) malah menduga keterlambatan pembayaran uang makan itu disebabkan belum disahkannya APBD Labuhan Batu oleh DPRD. Padahal kan tidak begitu,” kata Syarifuddin heran.
Menurutnya, pembayaran uang makan ini tidak boleh terjadi keterlambatan, apalagi mengingat waktunya sampai delapan bulan. Dia berharap, Pemkab Labuhan Batu segera merespon dan merealisasikan pembayaran secepatnya. Apalagi, dalam waktu dekat banyak PNS yang memerlukan uang untuk memenuhi kebutuhan di bulan Ramadhan.
“Kalau uang makan PNS ini tidak dibayarkan, lalu kemana didepositokan,” ujar anggota dewan yang berasal dari Partai Bulan Bintang (PBB) ini menyentil. Syarifuddin menambahkan, jika uang makan itu tidak secepatnya direalisasikan, maka akan berimbas pada kinerja PNS ke depan.
Kepada aparat penegak hukum, Syarifuddin juga mengingatkan agar bertindak secepatnya menyelidiki penundaan pembayaran uang makan PNS itu. “Diminta atau tidak, aparat penegak hukum seharusnya bertindak. Jangan hanya diam seperti saat ini,” sindirnya.
Salahseorang PNS di Dinas Kesehatan, mengaku sampai bulan ini belum pernah sekalipun menerima uang makan seperti yang dijanjikan pemerintah itu. “Kalau kami memang belum menerima uang makan itu. Tapi, di dinas lain ada juga kabarnya yang sudah menerima,” katanya seraya minta agar namanya dirahasiakan.
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Kekayaan Daerah, Syarifuddin Nasution, saat dicoba hubungi teleponnya tidak diangkat. Begitu setelah dilayangkan pesan singkat lewat SMS, tidak mau membalas.(FDH)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: