Bacaleg Partai Gerindra Terbentur Dualisme Kepemimpinan

KPUD Menunggu Kepastian DPP


Dualisme kepemimpinan Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Partai Gerakan Indonesia Merdeka (Gerindra) Labuhan Batu, mengganjal perjalanan Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) yang hendak ikut bertarung dalam Pemilu 2009 mendatang. Pasalnya, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Labuhan Batu, masih menunggu kepastian Dewan Perwakilan Pusat (DPP) tentang kepemimpinan mana yang sah.

Suhari Pane, Ketua KPUD Labuhan Batu mengatakan, pihaknya hingga saat ini belum berani menetapkan bacaleg yang diajukan dari partai tersebut. Karena adanya pengajuan dua berkas bacaleg dengan dua kepemimpinan berbeda, yakni Dalkot Syahputra Harahap dan Dedi Arfan, ke KPUD. “Kita tidak mau menjadi sasaran tuntutan hukum di belakang hari. Maka itu kita tetap menunggu klarifikasi dari DPP, mana yang sah di antara dualisme kepemimpinan Partai Gerindra,” katanya Rabu (27/8).
Sesuai dengan Petunjuk Teknis (Juknis) nomor 2525/8/Tahun 2008, KPU kabupaten berhak mengklarisifikasi ke DPP jika terjadi dualisme di tubuh partai. “Nah, nanti DPP yang menyurati KPU, mana kepemimpinan yang sebenarnya, itu yang akan kita jadikan acuan menerima berkas bacaleg yang masuk ke kita,” tambahnya.
Suhari mengaku, pihaknya masih memberi batas waktu 2 minggu bagi Partai Graindra untuk memberi klarifikasi yang sebenarnya tentang dualisme kepemimpinan tersebut. “Waktu dua minggu itu mengingat akan berakhirnya waktu penetapan Daftar Calon Sementara,” tambahnya.
Di lain tempat, Sekretaris Jenderal DPP Gerindra, Ahmad Mujani, Rabu (27/8) sore mengatakan. “Saya tidak tahu siapa Ketua DPC Gerindra Labuhan Batu. Tetapi, DPP telah melakukan pergantian kepemipianan atas usulan DPC. Dengan keluarnya SK terbaru, maka pimpianan Gerindra DPC Labuhan Batu yang sah adalah memegang SK terbaru,” ujar Ahmad Mujani.
Terkait pernyataan Suhari Pane, yang menyebutkan KPUD masih menunggu surat ketegasan dari DPP Gerindra tentang kepemimpianan partai yang sah, Ahmad Mujani memastikan kalau itu bukan lagi tanggungjawab DPP. “Masa sih DPP yang menyurati KPUD. Saya rasa DPC saja sudah cukup menyurati KPUD,” terangnya.
Sementara itu Sekretaris Partai Gerindra DPC Labuhan Batu, Sulhanuddin mengatakan, Ketua DPC Labuhan Batu yang selama ini dipegang Dalkot Syahputra Harahap, telah dibatalkan karena dianggap melakukan diluar kordinasi partai.

“Jadi sekarang kita menganggap tidak ada lagi dualisme kepemimpinan Partai Gerindra di Labuhan Batu,” ungkap Sulhanuddin.
Pembatalan kedudukan sebagai pimpinan ketua Partai Bagi Dalkot Syahputra Harahap, sesuai dengan Surat Keputusan Dewan Pimpinan Pusat Gerindra Nomor 08-1064/Kpts/DPP-Gerindra/2008, tentang Susunan Personalia Partai Gerindra Kabupaten Labuhan Batu. Yang berbunyi, memutuskan, mencabut SK DPP Partai Gerindra No: 02-278/Kapts/DPP-Gerindra/2008, tanggal 15 Februari 2008 dan 04-579/Kapts/DPP-Gerindra/2008 tanggal 30 April 2008, tentang susunan personalia DPC Partai Gerindra Labuhan Batu. Artinya, kepemimpinan Dalkot Syahputra Harahap tidak berlaku lagi sebagai Ketua DPC Labuhan Batu, dan sudah digantikan oleh Ketua yang baru yakni Dedi Arfan.(FDH)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: