Zakat Diyakini Mampu Entaskan Kemiskinan

jika diberdayakan dengan baik, penghimpunan Zakat Infaq dan Sedakah (ZIS) bagi kaum fakir miskin diyakini mampu membantu mengurangi kemiskinan. Demikian Direktur Lembaga Kajian dan Pengembangan Ekonomi Syariah Majelis Ulama Indonesai (LKPES-MUI) Labuhan Batu, Alwi Mujahid Hasibuan mengatakan Selasa (26/8).    

“Di samping nilai ibadahnya sebagai perintah Allah, ZIS merupakan kewajiban bagi setiap Muslim untuk menginfaqkan sebahagian hartanya sesuia ketentuan nisab dan haul kepada mustahaq,” ungkap Alwi didampingi ketua Panitia Seminar Nasional, Drs Sofyan Yusma Msi di Gedung Nasional Rantau Prapat.
Dikatakannya, apabila zakat dikelola dengan managemen yang baik, maka akan dapat kepercayaan dari masyarakat. Sehingga, kalau sudah dipercaya kepada yang mengelolanya, maka bisa disalurkan kepada yang berhak menerimanya yaitu fakir miskin. Menurut Alwi, pemberian zakat secara langsung dinilai tidak efektif, karena akan terjadi konsumtif akhirnya tidak bisa menyelesaikan persoalan kemiskinan.
“Dengan cara penghimpunan yang sekarang dilakukan ini, membuat masyarakat terpanggil karena adanya suatu kegiatan atau keadaan yang mendorong masyarakat untuk mengerahkan sumber daya penggalangan dana,” tambah Alwi.
Dalam acara seminar Revitalisasi Zakat yang dihadiri Hasan Bakti Nasution hari itu, Alwi juga menyebutkan, kalangan ekonom menjadikan kemiskinan saat ini sebagai objek kajian yang harus dicari faktor penyebab, sampai mencari solusi mengatasinya. Padahal, Islam telah mengatur dan memberi jalan bagaimana cara mengentaskan kemiskinan itu. “Ya, zakat itu penting demi mengentaskan kemiskinan. Bahkan karena pentingnya, zakat selalu digandekan dengan pelaksaaan sholat,” urainya.
Alwi menyontohkan, apabila umat Islam Sumatra Utara berjumlah 8 juta orang, maka akan dapat dihasilkan dana ZIS sekitar Rp1.638.400.000.000, angka ini sudah disesuaikan dengan ketentuan. Bila dikaitkan dengan jumlah miskin di Sumut sebanyak 15 persen dari 8 juta penduduk atau 1.200.00 jiwa, maka dari dana ZIS sebesar Rp.1.638.400.000, itu akan dapat didstribusikan kepada masing-masing fakir miskin sebesar Rp 1.365.000.

“Dengan jumlah uang ini sudah bisa digunakan untuk modal usaha bagi keluarga miskin tentunya,” katanya. (FDH)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: