DPRD Perihatin Pemerintah Cueki Petani

Tidak perhatiannya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhan Batu terhadap para petani padi di Desa Ujung Bandar Kecamatan Rantau Selatan, turut mengundang keperihatinan kalangan DPRD Labuhan Batu.

“Kita lihat petani padi seperti dianaktirikan. Bayangi, sudah puluhan tahun mereka membuka ladang, namun hanya sekali mereka menerima bantuan. Padahal, banyak anggaran untuk disalurkan ke sana. Sampai saat ini, kita belum mengerti apa sebenarnya gendala yang di hadapi pemerintah mengucurkan bantuan kepada petunia,” ungkap Puji Hartoyo, anggota DPRD Labuhan Batu dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Jumat (29/8) di Lapangan Ika Bina Rantau Prapat, sesaat sebelum melakukan pawai taaruf menyambut bulan Ramadhan.

Anggota dewan yang pergi ke kantor mengendarai sepedamotor roda dua, itu juga merasa iba dengan saluran air yang ada di kawasan tersebut. Menurut beberapa petani padi yang bercerita kepadanya, permasalahan itu tidak pernah dapat teratasi. Sehingga, berdampak kepada menurunnya produksi.

Untuk itu ia berharap, pemerintah melalui instansi yang terkait agar lebih memokuskan perhatian terhadap petani. Apalagi program Bupati Labuhan Batu salahsatunya peningkatan perekonomian masyarakat. Selain itu, ia juga mengharapkan perhatian pihak BUMN lainnya dalam bidang perkereditan.

Seperti pengakuan petani, mereka telah berulang kali mengajukan permohonan bantuan bentuk apapun. Namun sampai saat ini, belum dapat direalisasikan pihak pemerintahan. Pihak pemerintah juga diharapkan memberikan masukan kepada petani terkait persyaratan untuk mendapat bantuan jenis yang akan dikucurkan.

“Kalau memang persyaratan kurang lengkap, ya harus diberi tahu dong. Kita harus sadar keterbatasan pengetahuan para petani, bukan malah didiamkan, berikan sosialisasi kepada petani. Saya kira banyak anggaran untuk itu, kemana disalurkan. Yang herannya, lahan persawahan itu ada di depan mata, kok gak diperhatikan. Kita haraplah, ke depan, hal ini tidak terulang,” kesal Puji.

Seperti diberitakan sebelumamnya, 50 an petani padi Desa Ujung Bandar Kecamatan Rantau Selatan, mengaku selama kurun waktu 40 tahun hanya sekali mendapat bantuan dari pemerintah. Bantuan tersebut berupa bibit jenis Siserang sebanyak 20 kilogram dan pupuk sebanyak 100 kilogram. Setelah itu, bantuan tak pernah lagi ada. Padahal, petani di kawasan itu sangat membutuhkan bantuan lain seperti alat-alat perontok padi dan lain sebagainya. Khususnya, pembenahan pengairan persawahan yang saat ini tak dapat difungsikan. (FDH)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: