Pasca Rubuh, Masyarakat Minta Pemkab Labuhanbatu Bangun Titi Aek Kundur

Sekali Nyeberang, Warga Bayar Rp5.000


Image

Warga Dusun Janji Lobi, Desa Linggatiga, Kecamatan Rantau Selatan, meminta Pemkab Labuhanbatu untuk segera membangun titi (jembatan) Aek Kundur yang ambruk.

“Masyarakat sangat mengharapkan agar Pemkab segera membangun titi Aek Kundur yang telah rubuh itu. Karena titi darurat yang dibuat warga dikhawatirkan tidak dapat bertahan lama. Apalagi saat ini musim penghujan,” ungkap Ketua Pemuda Bulan Bintang (PBB) Labuhanbatu Anshari, Senin (1/9) sore.
Katanya, titi Aek Kundur itu sangat vital. Apalagi jembatan penyeberangan yang panjangnya sekitar 20 meter itu dimanfaatkan banyak warga dalam melakukan berbagai aktivitas, baik sebagai petani, pedagang dan kantoran.
“Titi itu menghubungkan puluhan desa di 3 kecamatan, yakni Kecamatan Rantau Selatan, Silangkitang dan Bilah Hulu Labuhanbatu,” ujarnya.
Dia bersama sejumlah warga mengungkapkan, sejak titinya amblas, modal perekonomian masyarakat di 3 kecamatan itu menurun. Itu dibuktikan dengan lenggangnya Pasar Sigambal Rantau Selatan selama 2 hari belakangan. Kondisi itu tidak sesuai dengan hari-hari sebelumnya.
“Semenjak titi ini putus, perekonomian warga jadi tersendat. Pasar Sigambal Rantau Selatan yang biasanya ramai pembeli, kini menjadi lengang,” katanya lagi diamini beberapa warga. Pendapatan menurun warga dibuktikan dengan turunnya harga komoditi hasil pertanian di Dusun Janji Lobi, Desa Linggatiga. Contohnya seperti harga kelapa sawit, karet dan lain-lain.
“Mulai kemarin harga getah karet di daerah itu turun dari harga Rp10.900 per kilogram menjadi Rp10.400 per kilogram,” keluhnya bersama warga lainnya.
Tambahnya lagi, warga memang telah membuat titi darurat. Tetapi itu dikhawatirkan tidak dapat bertahan lama karena belakangan ini adalah musim hujan.
Warga juga diresahkan dengan kutipan liar di titi itu yang mencapai Rp5.000 per melintas.
“Kita minta bupati segera memperhatikan dan mengalokasikan anggaran untuk membangun jembatan itu. Meski untuk sementara dengan membuat jembatan batang kelapa,” tukasnya.
Sebelumnya diberitakan, Minggu (24/8) malam lalu, titi penyeberangan sepanjang sekitar 20 meter dengan lebar 3 meter itu ambruk. Itu, setelah dilintasi truk gandeng roda 10 yang sarat muatan kayu rambung (karet) gelondongan sekira 40 ton. Akibatnya, ratusan warga desa itu saat ini kesulitan menyeberang. Warga yang ingin menyeberang terpaksa membayar Rp5.000 kepada warga yang menawarkan jasa membantu menyeberangkan orang dan sepeda motor memanfaatkan situasi. (FDH)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: