Pungli Marak di Jembatan Timbang Pinang Awan

Praktik pungutan liar (pungli) sepertinya tidak terelakkan di jembatan timbang milik Dinas Perhubungan. Banyak mobil truk sarat muatan dibiarkan petugas jalan terus tanpa ditimbang. Padahal, pembatasan muatan atau tonase angkutan kendaraan barang bertujuan untuk meminimalisir penyebab kerusakan jalan. Tokoh masyarakat Labuhanbatu Selatan, H Rustam Nasution, kepada wartawan melalui telepon mengungkapkan, praktik pungli bagi sejumlah mobil truk masih terus terjadi setiap harinya di jembatan timbang Pinang Awan, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu.
“Banyak mobil truk sarat muatan barang seperti kelapa sawit, bahan bangunan, pupuk, besi dan lain sebagainya, tidak masuk ke jembatan timbang. Mobil truk berbeban berat dimaksud hanya parkir sebentar di depan warung tak jauh dari jembatan timbang tersebut dan tak berapa lama lalu lewat terus tanpa ditimbang,” ungkap H Rustam.
Dia menduga, mobil truk bertonase lebih, bisa lewat dari Jalinsum (Jalan Lintas Sumatera) di depan jembatan timbang, setelah adanya negosiasi dengan petugas jembatan timbang itu. Katanya, kutipannya tak tanggung-tanggung, mau mencapai ratusan ribu rupiah per unit mobil truk.
Dia menyayangkan kondisi buruk Jalinsum di Labuhanbatu yang diakibatkan kelebihan tonase ratusan mobil truk barang yang melintasinya setiap hari atau dalam 24 jam.
H Rustam mengharapkan, agar dinas terkait dapat menertibkannya serta memberi tindakan bagi petugas yang terkesan tidak peduli dengan pemeliharaan jalan. Itu semua dilakukan agar petugas benar-benar menjalankan tugas dan kewajibannya.
“Kalau persentasenya lebih, ya ditilanglah. Supaya besok-besok tidak terulang. Karena penyebab cepatnya jalan ini rusak adalah mobil truk yang bermuatan melebihi tonase jalan,” tukasnya.
Kepala Jembatan Timbang Pinang Awan H Abdul Hadi SH yang dikonfirmasi melalui telepon, membenarkan ada kutipan di Jembatan Timbang Pinang Awan. Namun, katanya kutipan itu masih dalam koridor Peraturan Daerah (Perda) No14 Tahun 2007.
“Benar masih ada kutipan, tapi masih sesuai dengan Perda Nomor 14 tahun 2007. Mobil barang yang ditimbang dan ternyata melebihi tonase, ditilang sesuai dengan Perda dan persentase tonase muatan yang berlebih,” katanya.
H Abdul Hadi SH yang baru sebulan lebih bertugas selaku kepala jembatan timbang itu berniat akan melakukan terobosan sesuai dengan peraturan yang ada.
“Mobil barang yang melebihi tonase tetap diambil tindakan dengan bukti pelanggaran (tilang), untuk disidang dan diadili di pengadilan,” ujar dia, seraya tidak membantah masih adanya mobil barang yang tidak masuk ke jembatan timbang.
“Itulah masalahnya, dan akan kita tertibkan itu. Saya lebih terbuka dan suka dikoreksi untuk menjalankan tugas sesuai dengan peraturan,” ujarnya. (FDH)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: