Mandor Cabul Dibebaskan, Jaksa Kasasi

Pengadilan Negeri Rantau Prapat akhirnya membebaskan terdakwa pencabulan terhadap gadis belia. Namun keputusan hakim tak sertamerta dapat diterima Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang melah menyatakan kasasi atas putusan dalam gelar sidang, Selasa sore (2/9) kemarin.

Sidang sebelumnya, terdakwa PH alian Mean (42), yang juga Mandor I  Afdeling I Kebun Membang Muda PTPN3, warga Afdeling I Dusun Pondok Indah Perkebunan Mambang Muda, Kecamatan Kualuhulu, Kabupaten Labuhan Batu, didakwa jaksa melakukan tindakan kekerasan mencabuli korban gadis ABG (sebut saja bernama Bunga). Aksi itu dinilai jaksa telah melanggar Pasal 289 KUHPidana dengan tuntutan hukuman 3 tahun penjara.
Namun tuntutan itu tidak membuat majelis hakim yang dipimpin Syahru Rizal SH, percaya. Sebaliknya, tuntutan jaksa dinilai tak beralasan hingga hakim akhirnya memutuskan membebaskan terdakwa dari segala tuntutan. Mendengar keputusan hakim tak sesuai undang-undang, jaksa kemudian banding dengan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) atas keputusan yang dinilai bersekongkol itu.
Sekedar mengingatkan, aksi pencabulan itu bermula pada Rabu malam 12 Desember 2007 sekira pukul 23.00 WIB lalu. Kala itu korban ditinggalkan temannya di salahsatu tempat. Korban yang tengah ketakutan berjalan melintasi areal perkebunan karet PTPN3 Mambang Muda, Afdeling V Pondok Indah menuju pulang. Di tengah perjalanan itu, korban bertemu dengan terdakwa yang datang mengendarai sepedamotor. Terdakwa menghampiri korban serta menawarkan jasa untuk mengantarnya pulang ke rumah.
Namun di tengah perjalanan, terdakwa malah membelokkan sepedamotornya ke tengah perbatasan perkebunan kelapa sawit dan karet di kebun itu bemaksud hendak menyetubuhi korban. Melihat kejanggalan tersebut, korban berteriak minta tolong. Namun, teriakan korban tidak didengar orang lain karena situasi yang gelap dan sunyi malam itu, dan perkebunan tersebut yang jauh dari pemukiman.
Beruntung aksi itu gagal setelah terdakwa menerima telepon masuk ke ponselnya. Saat itulah digunakan korban melarikan diri. Namun 4 jam berusaha kabur, korban kembali ditemui terdakwa yang kemudian kembali membawa korban pada pukul 04.00 WIB (Kamis 13/12/2007). Saat itulah terdakwa mengantar korban ke arah Aekkanopan, namun di perjalanan terdakwa meremas payudara dan menciumi korban.
Pusa mencumbu korban, terdakwa menaikiknya ke mini bus menuju Medan. Trauma dengan kejadian tersebut, korban kehilangan arah dan sampai ke pulau Yogyakarta yang akhirnya dijemput ibunya. Sesampai di rumah Guntingsaga, korban menceritakan semua yang menimpa dirinya, sehingga peristiwa naas itu pun dilaporkan ke Polsek Kualuhulu, Resor Labuhan Batu.
Ketua Komnas HAM dan Komisi Perempuan di Jakarta. Saut Lumbantobing, mengharapkan Komnas HAM dan Komnas Perempuan dapat membantu kasus korban. Korban harus diberi perlindungan hukum. Apalagi, katanya, selama mendapat penangguhan penahanan, terdakwa sering menghina dan mengejek keluarga korban seraya mengaku kebal hukum.(FDH)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: