PNS Kota Sibolga Ikut Masuk

Database Honorer Pemkab Labuhan Batu Marbulut


Database honorer Pemkab Labuhan Batu, terbukti amburadul alias marbulut. Betapa tidak, banyak honorer yang mengabdi secara aktif selama puluhan tahun, tak masuk dalam data jaminan untuk pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Sementara yang tak lagi aktif bahkan ada yang tercatat sebagai PNS di Kota Sibolga, malah masuk dalam data resmi Badan Kepegawaian Negara (BKN) di Jakarta.

JD, salahseorang honorer di Dinas Pemukiman Prasarana Daerah (Kimprasda) Labuhan Batu, mengaku heran dengan proses pendataan honorer tersebut. Sebab dirinya yang mengabdi puluhan tahun dengan serius dan selalu patuh dengan peraturan, dinyatakan tak memenuhi persyaratan untuk masuk dalam database BKN Pusat. “Yang herannya, kenapa malah honorer yang tak pernah aktif bisa termasuk dalam database. Bahkan ada yang telah jadi PNS di Kota Sibolga, ikut tercatut namanya. Ini yang membingungkan,” katanya Rabu (3/9) .
Bukan hanya JD yang mengalami hal itu. Sejumlah honorer di SKPD lain, juga terpaksa menerima kepahitan itu. Mereka merasa tak mendapat keadilan. Honorer menilai, database yang dilahirkan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Labuhan Batu, penuh dengan kecurangan dan kepentingan. “Database yang dibuat dan diajukan BKD Labuhan Batu, sebagai bahan acuan bagi Badan Kepegawaian Negara (BKN) di Jakarta, untuk menentukan honorer masuk dalam database, penuh kejanggalan dan terindikasi penipuan. Ini harus diluruskan,” kata honorer lain.
Para honorer sangat yakin, jika mereka telah memenuhi syarat penentuan untuk masuk dalam database yang akan diangkat sebagai CPNS nantinya. Tapi kenyataannya, setelah lewat ferivikasi, kini mereka dinyatakan tak lagi sebagai honorer. “Kan gawat kalau begini jadinya. Kita sudah bekerja puluhan tahun, diperlakukan seperti ini. Tentu ada permainan dalam penentuan masuk database ini,” kata rekan JD yang juga honorer di instansi lain bingung.
Sementara itu Kabid Dokumentasi dan Informasi Kepegawaian Pemkab Labuhan Batu, Aswad Siregar mengatakan, pihaknya telah mengirim semua pengajuan ke BKN di Jakarta, termasuk 26 honorer dari Kimprasda. “Sebenarnya sepanjang mereka punya nota dinas, amprah gaji dari APBD, pasti masuk database,” ujarnya tegas. Namun saat ditanya bagaimana ceritanya mengenai adanya honorer yang telah lama tak aktif, malah ada yang telah menjadi PNS di Kota Sibolga, tapi tetap  bisa lolos ferivikasi dan dinyatakan masuk dalam database BKN Pusat. (FDH)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: