Hapuskan pekerja anak di kawasan pesisir

ARMANSYAH ABDI

PEKERJA anak khususnya usia sekolah yang dominan ditemukan di beberapa kecamatan pantai Kab. Labuhanbatu dengan upah jauh di bawah standar merupakan dampak dari kemiskinan yang menggerus kehidupan orang tua mereka.


Pekerja anak itu banyak ditemukan di beberapa kecamatan pesisir antara lain Kec. Kualuh Leidong, Panai Hilir khususnya di Sei  Berombang, Kampung Mesjid (Kec. Kualuh Hilir), Labuhan Bilik  (Panai Tengah) dan lainnya. Padahal, masyarakat luar mengetahui  daerah ini dapat terbilang daerah petro dolar.

Keadaan ini menurut anggota Hj. Elya Rosa Siregar merupakan ironi yang sudah saatnya dihapus karena mayarakat luar  terlanjur menganggap L. Batu sebagai daerah petro dollar karena kehidupan masyarakatnya yang relatif lebih lumayan dari segi ekonomi ketimbang daerah lain.

“Labuhanbatu sering didengungkan daerah petro dollar. Anggapan warga daerah adalah, L.Batu adalah yang sangat makmur, sebenarnya tepat, tetapi tidak tepat betul. Masyarakat non pantai memang relatif lumayan ekonominya, tetapi kawasan pantai adalah  sebaliknya” ungkap Elya Rosa Siregar saat memberikan sambutan dalam deklarasi Forum Masyarakat L. Batu (Formal) dan Diskusi  Publik, baru-baru ini di gedung PKK Rantauprapat.

Kemiskinan yang membelit masyarakat pantai L. Batu itu membuat semua anggota keluarga turut mencari nafkah untuk menyelamatkan asap dapur keluarga. Tak heran anak-anak yang seharusnya masih sekolah tetapi karena ketiadaan biaya terpaksa terjun membantu orang tuanya yang pada umumnya nelayan itu.

“Mereka ikut melaut, bekerja sebagai pengupas kulit kerang, membantu memperbaiki jaring penangkap ikan yang rusak dan  pekerjaan lainnya yang sebenarnya kurang pantas di usia mereka karena tidak dibarengi dengan sekolah tadi,” papar istri Ketua  DPD IPK L. Batu DR. HC. Freddy Simangunsong ini.

Namun, tambah Elya, ada optimisme untuk membangkitkan keadaan yang memprihatinkan itu, yakni telah dimekarkannya L. Batu  menjadi tiga kabupaten. Kecamatan pantai sebagian sudah masuk ke Kabupaten L.Batu Utara dan sebagian ke L. Batu Induk.

Dengan demikian diharapkan daerah-daerah otonom baru itu semakin terfokus untuk menanggulangi kemiskinan di kawasan pesisir tersebut yang pada akhirnya dapat mengurangi bahkan menghapus pekerja anak di kawasan pantai dimaksud.

Sementara Ketua Umum Formal L. Batu Suhari Pane, SIP menjelaskan, Formal adalah wadah kumpulan dari masyarakat kecil. Formal akan terus memberdayakan masyarakat khususnya kaum marjinal agar mereka bisa mengetahui kelemahan dirinya, mencari penyebabnya dan memecahkan solusinya khususnya dalam pemekaran L.Batu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: