Penari Organ Tunggal Dicabuli Penonton

Perempuan mana yang bisa terima bila harkat dan martabatanya diinjak-injak di depan umum. Sebaliknya, mungkin setiap perempuan pasti akan berusaha   mempertahankan harga dirinya dengan segala daya dan upaya. 

Begitu juga yang dilakukan M Br M saat ini. Cewek 33 tahun yang berprofesi sebagai penari tor-tor (tarian adat Batak), ini tengah berjuang mendapatkan keadilan hukum atas tindakan kasar PS, yang meremas payudaranya di depan umum hingga tali branya putus tak karuan. Namun perjuangan itu belum menuai hasil karena polisi terkesan berpihak pada PS.
Ditemani Kuasa Hukumnya H Nixcon Tambunan SH, cewek yang tinggal di Bilah Hilir, ini mengungkapkan kekecewaannya terhadap respon petugas berseragam cokelat itu. “Jelas saya kecewa. Laporan sudah dilayangkan, saksi sudah diajukan, tapi polisi terkesan tak memeroses laporan saya. Jangankan ditahan, PS malah tak menjalani proses hukum,” kata M Br M Rabu (3/9).
Ihlwal pelecehan yang dialami M Br M berawal saat ia mendapat order manggung di acara pesta hajatan Marga Siallagan, di Desa Tanjung Haloban Kecamatan Bilah Hilir, Labuhan Batu, Kamis (17/7) lalu. Sejak siang hari, biduan orkes kesenian Jepri Musik Keyboard Tanjung Haloban, ini sudah menampilkan tari-tariannya di depan para undangan. Sejak itu pula, PS yang masih warga sekitar, sudah mulai melirik M Br M. Bahkan, saban PS naik ke pentas untuk nyawer tor-tor, jemari M Br M sudah menjadi sasaran remasan jemari PS.
“Setiap kali memberi saweran pada saya, PS selalu memegang dan meremas tangan saya. Dari itu saya sudah merasa risih. Yang terakhir pelaku menaruh uang saweran dikeningnya sendiri, dengan maksud saya ambil,” cerita korban.

Namanya biduan, M Br M saat itu berusaha professional dan menganggap itu sebagai tindakan biasa. Namun tak disadari, tindakan diam M Br M ditanggapi lain oleh PS. Begitu hari mulai malam, tepat sekira pukul 21.00 WIB, PS datang mendekati M Br M seraya menarik tubuhnya.
Entah apa maksud PS saat itu. Tapi yang jelas, kemungkinan PS hendak menarik M Br M menjauhi lokasi acara pesta. “Saat itu, bukan hanya menarik tubuh saya, payudara saya juga ikut diremas,” kata korban yang saat itu kontan saja berusaha melepaskan diri. Tapi, akibatnya, tarik menarik antara korban dan PS, membuat tali branya putus tak karuan.
Boru Sianturi dan pemilik Keyboard bernama Jenius Sinaga, melihat aksi PS tak senonoh, langsung melerai. Tapi PS semakin keranjingan hingga membuat Jenius Sinaga naik darah dan menampar PS agar sadar dengan perbuatan membabibutanya itu. Kericuhan itu sempat membuat pentas ambruk dan PS berikut Jenius Sinaga terjatuh ke tanah. Walau acara sempat terganggu, namun keributan tak berlangsung lama. Keesokan harinya, PS mengadu ke Polsek Bilah Hilir atas perbuatan Jenius terhadap dirinya. Laporan PS itu, akhrinya mengantarkan Jenius ke penjara.
“Sampai sekarang, Jenius masih ditahan di Lembaga Pemasyarakatan atas tindakan penamparan itu. Tapi herannya, PS tak diproses oleh hukum walau saya juga melaporkan perbuatannya ke polisi,” kata korban kesal.

Ironisnya, anggota polisi yang sempat menerima laporan korban, terlihat selalu duduk di teras rumah PS sambil minum-minum.

“Ini menimbulkan tanda tanya. Kenapa sesudah kejadian itu polisi duduk-duduk diteras rumah PS,” kata korban lagi.
H Nixcon Tambunan SH menilai, petugas tidak serius menangani kasus ini. “Saya menanyakannya ke Kasi Pidum tentang proses hukumnya, eh malah Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) pun belum ada ke Kejaksaan,” tukas H Nixcon mengharapkan Polres Labuhan Batu segera mengusut perkara pidana ini secara serius. “Kami minta Kapolres untuk turun tangan menyelidiki proses hukum atas kejadian ini. Kami berharap, Kapolres Labuhan Batu profesional menyikapinya,” kata Nixcon.
Sementara itu Kapolres Labuhan Batu AKBP Drs Toga Habinsaran Panjaitan, kepada wartawan mengatakan, kalau tersangka tetap akan ditahan jika terbukti didukung fakta serta bukti dan keterangan saksi-saksi. “Kalau terbukti, pelaku akan kita tahan,” tegas Kapolres. Tapi kapan pak ! (FDH)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: