50 Pangkalan Ditambah

Demi Pemerataan Distribusi Minyak Tanah


Kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhan Batu yang berencana akan menambah pangkalan/ penjualan minyak tanah (minah) baru, mengundang keresahan pengusaha pangkalan minyak tanah lama.

Keputusan penambahan pangkalan sebanyak 50 lokasi baru, nantinya diiringi dengan menaikkan juga harga eceran tertinggi (HET) menjadi Rp3000 perliter di wilayah kota, serta Rp3950 perliter di lokasi Ibukota Kabupaten Rantau Prapat.
Akibat yang ditimbulkan keputusan ini, bukanlah pada ketetapan HET, melainkan pembagian jatah pemilik pangkalan yang lama. Serta, dugaan terjadinya pungli dengan dalih administrasi bagi pangkalan yang baru.
Sesuai dengan keputusan rapat, untuk satu pangkalan minah hanya mendapatkan separuh dari jatah sebelumnya. “Misalkan sebelumnya jatah satu pangkalan minah sejumlah 10 ton, selanjutnya akan dibagi dua. Separuhnya diberikan kepada pangkalan lama. Otomatis jatah minyak kami berkurang,” Ujar IH, salahseorang pengusaha pangkalan.
Dikatakannya lagi, dengan adanya kesempatan pembukaan pangkalan yang baru ini, calo minah akan berpeluang memanfaatkannya. Untuk membuka sebuah pangkalan baru, pemiliknya harus menyediakan uang puluhan juta kepada oknum-oknum tertentu sebagai calo minah yang diduga bersekongkol dengan oknum pejabat di lingkup Pemkab Labuhan Batu.
“Kalau kabar yang saya terima, setiap yang mau membuka pangkalan harus menyerahkan uang sampai Rp30 juta dengan dalih adminsitrasi. Kalau tidak, mana bisa dapat izin membuka pangkalan baru,” ujarnya lagi.
Selain IH, H Kasdi, juga merasa tertipu dengan perbuatan dua orang yang dinilainya sebagai calo minah. Setelah dirinya membayar sesuai dengan permintaan kedua orang yang mengaku bisa menguruskan realisasi pembukaan pangkalan, ternyata sampai sekarang jatah minyak yang dijanjikan belum juga diterimanya.
Pembayaran itu dilakukannya H Kasdi pada Bulan April 2007 lalu, melalui S, istri Tuk, yang disebut-sebut salahsatu calo minah yang biasa berkeliaran di lingkungan Pemkab Labuhan Batu, kepada Kasdi, calo minah itu meinta sebesar Rp15 juta untuk pengurusan izin pangkalan.
Sementara Kepala Bagian Perekonomian Labuhan Batu, Gargaran Siregar, kepada wartawan mengaku tidak mengetahui adanya calo beraksi dalam pemekaran pangkalan minah. “Saya tidak tahu masalah itu. Kalau memang ada mereka mengutip uang, itu sudah salah. Karena, yang mereka minta sangat besar sekali. Kalau ada yang keberatan laporkan saja,” tegas Gargaran.
Masih menurutnya, jatah minyak untuk tiap pangkalan yang selama ini mendapatkan 40 hingga 60 ton perbulannya, akan dikurangi menjadi 10 ton perbulan. Sementara hasil pengurangan itulah yang nanti akan menjadi jatah para pangkalan baru. Disebutkannya, dalam hal ini pihak Pertamina tidak ada menambah jatah minyak untuk Labuhan Batu, akan tetapi minyak yang sudah ada itu dibagi rata.
Sementara itu Ketua Fraksi PPP DPRD Labuhan Batu, Irwansah Ritonga mengatakan, dengan bergentayangannya para calo minah, kesannya memang seperti dipelihara oleh Pemkab. “Tindakan calo sangat merugikan para pemilik pangkalan, yang pada akhirnya juga merugikan masyarakat. Karena para pangkalan mencari jalan untuk mengembalikan uang yang telah dikeluarkannya dengan cara mempermainkan harga minah,”ucapnya.
Anggota Komisi B DPRD Labuhan Batu, Syarifuddin Tanjung berpendapat, dana Rp35 juta adalah untuk panjar pembayaran minyak pertama dan perizinan dan administrasi. Tetapi kalau Rp30 juta itu terlalu besar, anggota dewan dikatakannya sah-sah saja untuk melaksanakan pengawasan. “Tapi jangan membisniskan pangkalan ini. Sebenarnya minyak tanah di Labuhan Batu cukup. Tetapi terkadang ada pangkalan yang bermain spekulasi,” terang Syarifuddin. (FDH)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: