Banjir di Labuhan Batu 80 Rumah Terendam

Selama sepekan terakhir, banjir melanda empat kecamatan di Kabupaten Labuhan Batu. Dusun Lubuk Panjang di Kecamatan Kota Pinang dikabarkan menjadi kawasan terparah diterpa musibah alam itu. Hingga Minggu (7/9), sedikitnya 80 rumah terendam banjir di kawasan itu. Sejumlah warga terpaksa mengungsi ke masjid dan tenda-tenda darurat yang dijadikan posko penanggulangan banjir.

Camat Kota Pinang, Sayur Matua Bulung Harahap mengaku, banjir selama Ramadan menjadi persoalan di kecamatannya. Namun kondisi semakin parah mulai Sabtu (6/9). Khusus di Dusun Lubuk Panjang, banjir merendam 80 rumah. “Jadi baru Sabtu kemarin banjir semakin parah. Bahkan 80 rumah diperkirakan telah terendam,” katanya.
Selain Lubuk Panjang, beberapa titik banjir juga terdapat di Dusun Simongi Desa Pasir Tuntung, Desa Sisumut, Dusun Bom, dan Dusun Normark. Matua menambahkan, banjir bisa saja terus meningkat. Maka itu, pihaknya kini akan berusaha mencari tempat aman untuk dijadikan sebagai posko darurat untuk menampung para korban.
“Jika sampai besok (Senin 8/9) air tidak surut, maka kita akan mencari tempat pengungsian yang aman bagi para warga korban banjir. Karena dengan kemungkinan banjir akan terus meningkat, diperkirakan korban bisa saja bertambah,” timpalnya seraya mengatakan kalau saat ini untuk sementara para korban dievakuasi di sejumlah tenda darurat dan masjid yang dijadikan posko penampungan korban banjir.
Masih kata Matua, banjir belum sempat menelan korban jiwa. Hingga kemarin, pihaknya terus berkoordinasi dengan perangkat kelurahan untuk melakukan berbagai antisipasi dan pemantauan di sejumlah titik yang berpotensi  meningkatnya intensitas banjir. “Kita sudah instruksikan kepada perangkat kelurahan dan desa untuk antisipasi dan memantau terus keadaan,” tambahnya seraya belum dapat memastikan berapa jumlah pasti korban banjir secara keseluruhan.
Sementara itu Ridwansyah Harahap, salahseorang warga di Dusun Bom mengaku di daerahnya puluhan rumah terendam banjir. Juga puluhan hektare lahan pertanian seperti sawit dan karet juga tergenang. “Banjir telah melanda kawasan kami sebelum Ramadan. Bahkan air dari luapan Sungai Barumun itu telah membuat lahan pertanian rusak. Khusus lahan pertanian sayur dipastikan busuk. Padahal diperkirakan lahan sayur di daerah kami bisa dipanen menjelang Lebaran nanti,” katanya.
Namun ironisnya, tambah Ketua Pemuda Demokrat Indonesia Kabupaten Labuhan Batu ini, selama bencana alam itu menimpa, belum sekali pun ada perhatian pemerintah untuk membantu korban yang telah kesulitan mencari nafkah. Warga, katanya, sulit keluar dari rumah karena terjebak banjir setinggi 1,5 meter yang menggenangi rumah mereka yang mayoritas berbentuk rumah panggung.
“Kalau keluar rumah, warga harus pakai sampan atau perahu mini. Mereka kesulitan dalam berbagai hal. Yang kerjanya penderes getah di kebun, juga sudah resah karena kebun tempatnya bekerja terendam,” kata Ridwansyah.
Informasi dihimpun, selain banjir di Kecamatan Kota Pinang yang diakibatkan meluapnya Sungai Barumun, sebahagian desa di Kecamatan Sei Kanan, Kampung Rakyat, dan Pangkatan, juga mengalami hal serupa. Diperkirakan banjir disebabkan luapan air Sungai Bilah dan Sungai Kanan.
Camat Kampung Rakyat Sofyan Hasibuan yang dihubungi wartawan hingga kemarin belum bisa berkomentar. Sofyan mengaku belum mendapat laporan dari warga atau kepala desa tentang banjir di wilayahnya. “Belum ada laporan dari kepala desa. Kalau ada banjir, itu pun di tanah gambut dan dua jam sudah surut,” katanya. (fdh)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: