Mengenang Sosok Kapten Art Sukhairiwan Semasa Hidup

Pencinta Radio Amatir, Banyak Kenalan di Penjuru Labuhan Batu

Komunitas Pencinta Radio Amatir di Labuhan Batu, khususnya Kota Rantau Prapat, di era Tahun 90-an mengenal betul nama Tutup Jengkol (TJ). Selain pintar mengolah alat komunikasi Radio Amatir, kepintarannya bergaul membuatnya banyak dikenal orang se Labuhan Batu.

Tutup Jengkol adalah nama Kapten Art Sukhairiwan saat mengudara di radio.  Setiap kali ngebrik di udara, nama itu kerap terdengar dengan joke-joke khususnya yang supel. Kepiawaiannya berkomunikasi lewat radio, mengakibatkan banyak teman komunikasinya yang mengharapkan copy darat dengannya setiap hari.
Bukan untuk Rantau Prapat semata, di beberapa tempat di Labuhan Batu bahkan hingga ke kabupaten tetangga seperti Asahan, Tanjung Balai dan Padangsidimpuan, sosok TJ telah membumi di kalangan Joke.

Terlebih lagi pada masa itu, kecanggihan teknologi yang masih sederhana. Dalam artian belum begitu akrab dengan gadget sejenis handphone. Menyebabkan, kehadiran Radio Amatir {handy Talky (HT)} masih menjadi sarana komunikasi alternatif bagi daerah-daerah yang pada masa itu masih belum terjangkau sambungan telekomunikasi otomat (STO).

Kegemaran TJ terjun di dunia HT, semakin membuatnya gandrung untuk membuat berbagai terobosan untuk lebih memperluas jangkauan berkomunikasi dengan alat itu. Tak ayal, ia pun berusaha memiliki kelangkapan alat komunikasinya sendiri. Tak disangka, di Labuhan Batu, hanya alat milik TJ lah yang paling canggih hingga mampu menjangkau luar daerah.

Sosok anak pertama dari pasutri H Chairuddin Bae dan Hj Sulastri, inipun kian menjadi tulang punggung komunitas persatuan radio saat itu. Kelebihan alat yang dimiliki TJ, adalah mampu menghubungkan dari satu stasiun ke stasiun lain yang berbeda daerah. Tak ayal, jalinan komunikasi dan persaudaraan kaum radio semakin meluas akibat upaya TJ memersatukannya.

Sejak saat itu, jadilah TJ si pelanglang udara dengan antena buntut tikus. Kamampuan antenna milik TJ, kian hari kian tersebar luas. Berbagai informasi dari segala penjuru, bisa ditangkap dan kemudian diteruskannya di kawasan Labuhan Batu. Begitu sebaliknya. Informasi di Labuhan Batu, mampu disebarluaskan ke daerah lain.

Kian hari, kebesaran nama TJ semakin populer di Romeo Papa (sebutan istilah untuk Kota Rantau Prapat dalam radio). Demikian halnya untuk Lima Bravo (Labuhan Batu red), nama TJ terus menggema di udara. Akan tetapi, setelah memasuki pendidikan militer, TJ mendadak lenyap dari udara. Kini, setelah tewas tertembus peluru di bahagian kepalanya, TJ tidak akan pernah lagi muncul di udara sampai kapan pun.

Rekan-rekan sesame di radio, kini hanya bisa mengenang TJ dalam tiap frekwensi yang pernah dikuasainya. Selamat jalan sobat, selamat jalan Tutup Jengkol.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: