Pasi Intel Kodim Aceh Selatan Dibunuh?

Selasa dini hari (9/9), rumah duka milik anggota DPRD Labuhanbatu, Chairuddin Bae di kawasan Jalan Rantau Lama No 25 Rantau Selatan Labuhanbatu, tampak dipenuhi kerabat, rekan dan tetangga.



Keramaian itu telah berlangsung sejak Minggu (7/9) malam, setelah pihak keluarga menerima informasi seputar kematian Kapten (Art) Sukhairiwan di kediamannya Jalan Angkasa Asrama Kodim 0107 Aceh Selatan, Minggu (7/9) sekira pukul 19.00 WIB.
Korban tiba di rumah duka, Selasa dini hari, sekira jam 01.10 WIB. Bunyi suara sirine ambulans dari Aceh Selatan itu membuat suasana kediaman H Chairuddin semakin bergemuruh. Ratusan warga, kerabat serta puluhan personil Kodim 02-09/LB terlihat bergegas untuk membantu menurunkan peti jenazah Sukhairiwan menuju kediaman orang tuanya. Berselang beberapa menit kemudian, isak tangis menghiasi ruang tamu kediaman anggota DPRD tersebut.
Sekira pukul 01.20 WIB, almarhum dishalatkan di dalam ruang tamu rumah itu. Setelah itu dibawa keluar dan diletakkan diatas beberapa buah kursi guna dilakukan acara pelepasan yang dipimpin langsung Dandim 0209/LB Letkol CZI Ferry KA.

Saat upacara pelepasan dari kediaman, kedua orang tua almarhum berikut istri korban AKP Susana Sinaga selaku staf di Pusat Pendidikan Polri Sampali Poldasu dengan menggendong buah hati pertamanya yang masih berumur 1 tahun, tampak terduduk di antara jejeran kursi dekat peti jenazah.
Sekira pukul 01.40 WIB, jenazah dibawa ambulans menuju Taman Makam Pahlawan Rantauprapat.

Tembakan Salvo, pertanda penghormatan terakhir dalam gelar cara melepaskan korban kembali keharibaan ibu pertiwi.
Namun, tewasnya Kapten Sukhairiwan SSos itu masih menyisakan sejumlah pertanyaan. Apalagi hingga kini belum diketahui secara pasti motif penembakan tersebut. Bahkan, beberapa rekan almarhum yang mengantar dari Aceh Selatan mengaku tidak tahu pasti pukul berapa korban tewas.
Hanya saja, rekan korban menuturkan, pintu rumah sekaligus kantor korban terpaksa didobrak beberapa saat sebelum buka puasa. Pasalnya, hingga menjelang buka puasa, pintu rumah korban masih tertutup.

“Kita menemukan korban sudah tergeletak tidak bernyawa. Berjarak sekitar satu meter dari jasad korban, ditemukan senjata api milik korban dengan kondisi satu peluru telah berkurang,” tutur sejumlah rekannya.
Beberapa rekannya juga menemukan bekas kehitaman di ujung laras senjata milik korban sebagai tanda baru saja digunakan dan dua bantal bolong yang disinyalir bekas ditembus peluru.

“Jam pastinya tidak tahu kita, tapi ada dua bantal yang telah bolong, sepertinya bekas tembusan peluru,” jelas rekan korban lagi.
Kendati demikian, sejumlah rekan korban tidak mendengar adanya suara letusan senjata api. Padahal, rumah korban dan markas kesatuan induk hanya berjarak 30 meter.
Kondisi itu membuat orang tua korban berharap agar Pangdam I Iskandar Muda mengusut kematian putra pertamanya tersebut. Hal ini disebabkan, informasi yang diterima menyebutkan, saat ditemukan, laptop korban dalam keadaan aktif. Selain itu, jasad korban ditemukan di tengah ruangan rumahnya.
“Kami ikhlas atas kepergiannya. Tapi, saya juga masih belum tahu pasti apa penyebab kematian sebenarnya. Untuk itu, kami selaku orang tua dan seluruh sanak saudaranya mengharapkan agar semua jajaran TNI, yankni di jajaran Kodim 0107 Aceh Selatan, serta Pangdam I Iskandar Muda melakukan penyelidikan tentang kebenaran kejadian itu,” paparnya, Selasa (9/9) siang kediamannya.

MedanBisnis – Rantauprapat

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: