Penganiaya Gadis Cilik Dituntut 1 Tahun

BK br S (36), terdakwa penganiaya gadis 2,5 tahun, akhirnya dituntut 1 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Akhmad Hotmartua Siregar SH. Tuntutan itu dibacakan saat gelar sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Rantau Prapat cabang Kota Pinang, Senin (8/9). Usai JPU membacakan tuntutannya, majelis hakim yang diketuai Syahru Rizal SH didampingi hakim anggota Alex TMH Pasaribu SH, memberikan kesempatan waktu satu minggu ke depan (sampai Senin 15/9 – red) kepada terdakwa warga Jalan Empat Lima, Lingkungan Kalapane, Kelurahan Kota Pinang, Labuhan Batu Selatan, untuk menyusun pledoi (pembelaan – red) tertulisnya sebelum dijatuhkan vonis.
Sebelumnya, saat mendengar JPU membacakan tuntutan 1 tahun penjara terhadap dirinya, BK br S sempat terkejut dan terperangah, lalu kemudian memohon kepada majelis hakim agar dapat meringankan hukumannya. “Tolonglah saya pak hakim, saya punya anak, kasihanilah saya, ringankanlah hukuman saya,” ujar terdakwa bermohon.
BK br S duduk sebagai terdakwa di ‘kursi pesakitan’ PN Rantau prapat di Kota Pinang, akibat penganiayaan yang dilakukannya terhadap Naila Zahra Fitria (2,5) yang merupakan anak tetangganya pada hari Selasa, 22 April 2008 lalu sekitar pukul 10.00 WIB.
Peristiwa tersebut berawal ketika terdakwa sedang membakar sampah di pekarangan rumahnya. Namun, api yang membakar sampah tersebut mengenai tembok pagar rumah milik Muhammad Rafiq (40) yang bertetangga dengan terdakwa. Karena mengetahui api yang membakar sampah itu mengenai tembok pagar rumahnya, Muhammad Rafiq kemudian menghampiri terdakwa dari sebelah tembok dan meminta terdakwa untuk memindahkan tungku pembakaran sampahnya tersebut.
Mendengar Muhammad Rafiq berkata demikian, terdakwa BK br S langsung emosi dan menolak permintaan Rafiq. Dari situlah kemudian Naila Zahra Fitria yang tak tahu apa-apa berlari-lari keluar dari dalam rumah menuju halaman depan rumah. Tidak menyadari apa sebenarnya yang sedang terjadi, gadis cilik tersebut terus saja berlari dan kemudian berhenti, lalu berdiri memerhatikan dari tepi jalan di depan pekarangan rumah terdakwa.
Melihat anak tetangganya, terdakwa langsung melempari Naila hingga kepalanya bocor. Setelah peristiwa itu, Muhammad Rafiq dan istrinya Rosal Fitria langsung membuat laporan pengaduan ke Polsek Kota Pinang di Kota Pinang setelah sebelumnya membawa Naila Zahra ke dokter untuk mendapatkan perawatan medis.
Namun, meskipun sudah diadukan ke polisi, terdakwa BK br S tidak pernah ditahan, baik saat berada di polsek setempat maupun setelah berkas perkaranya dilimpahkan ke Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Kota Pinang. (FDH)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: