Korban salah tangkap dari Labuhanbatu minta kepastian

“Selama 80 hari di dalam rutan (rumah tahanan) Mapolres L. Batu saya tidak diperkenankan untuk membawa anak saya berobat ke dokter atau rumah sakit, padahal anak saya saat itu sedang sakit akibat penganiayaan oknum polisi.”

Hal itu dikatakan Timbul Sinaga, 47, warga Dusun Titi Payung, Desa Bangun Redjo, Kec. Na.IX.X kepada Waspada, Rabu (10/9) di Rantauprapat didampingi putranya Emril Sinaga, 30, salah seorang dari 4 pemuda yang dianggap petugas Polsek Na. IX.X pemakai ganja saat minum tuak di kedai tuak.

Menurut Timbul, sejak awal dia berkeyakinan putranya tidak bersalah. “Saya yakin anak saya tidak menggunakan narkoba dan itu kami buktikan setelah menunggu selama delapan bulan proses keadilan, nyata anak saya divonis bebas oleh majelis hakim PN Rantauprapat dan saat ini berkas masih dalam proses kasasi,” paparnya.

Putusan pengadilan setahun lalu itu yaitu satu hari lagi menjelang Lebaran, paparnya, menguatkan pada keluarga kami apa yang telah dilakukan beberapa oknum anggota Polsek Na. IX.X yang dipimpin Iptu. SB dan didampingi Brigadir AP, Briptu SS sembari melakukan penganiayaan.

Selama proses mencari keadilan, papar Timbul Sinaga, dia sudah menyurati Presiden RI, Kapolri dan Kejaksaan Agung. Intinya memohon keadilan dan penegakkan hukum. Sebab, menurut Timbul Sinaga, sanksi yang diberikan kepada oknum polisi yang telah menganiaya anaknya belum memenuhi harapan keadilan sebagaimana layaknya.

“Kita berharap kasus penganiayaan dan salah tangkap diusut kembali demi penegakkan hukum di Indonesia,” paparnya.

Kasus penganiayaan dan tuduhan memiliki potongan lintingan ganja berawal dari saat minum tuak di parter tuak (kedai tuak) Albert Tanjung di Dusun Padang Nabidang, Desa Bangun Redjo, Kec. Na IX.X,  4 pemuda yaitu Emril Sinaga, 29 dan 3 temannya, Kasimullah Pasaribu, 28, warga Kampung Pajak, Togar Purba, 29 dan Hasyim Tonga Hutabarat, 32, warga Dusun Padang Nabidang babak belur dihajar 8 anggota Polsek Na. IX.X, Selasa (6/2/2007).

Atas penganiayaan itu, Timbul Sinaga membuat pengaduan ke P3D dengan surat tanda penerimaan laporan, Nopol: STPL/02/11/2007/P3D di Mapolres L. Batu mengatakan, putranya ditangkap, Selasa (6/2) malam saat minum tuak di kedai tuak milik Pak Albert Tanjung.

Dalam pengaduan itu, Timbul Sinaga menceritakan saat kejadian banyak warga minum tuak di kedai itu, sebab minuman yang diragat (diolah) pemilik kedai termasuk tuak berkualitas. Tiba-tiba datang petugas sebanyak 8 orang melakukan penggerebekan. Para warga yang sedang minum tuak sebagian berlarian sementara Emryl dan temannya karena merasa tidak bersalah atau melakukan pelanggaran tetap di kedai tuak.

Tentu saja para petugas langsung memeriksa sekujur tubuh mereka, namun para petugas tidak menemukan barang bukti, sebagaimana informasi yang mereka terima. Mereka kemudian diperintahkan untuk tiarap sembari petugas melakukan pengecekan TKP. Petugas menemukan lintingan rokok yang sudah diramu dengan daun ganja tetapi tidak diketahui siapa yang menghisapnya, katanya.

“Lintingan rokok ketika petugas menanyakan punya siapa. Empat pemuda itu tidak tahu menahu akibatnya mereka mulai dari TKP sampai ke Polsek babak belur dihajar petugas,” kata Timbul Sinaga.

Kapolres L. Batu AKBP Drs. Toga Habinsaran Panjaitan melalui Kasat Reskrim AKP Mara Jungjung Siregar mengatakan, oknum polisi yang telah melakukan penganiayaan tetap diproses sesuai dengan aturan dan perundangan yang berlaku.

“Saat ini mereka sudah dimutasikan dan sanksi pidananya sedang dalam proses. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kasus penganiayaan yang dilakukan polisi terhadap warga sipil akan diajukan ke meja  hijau. Ini merupakan suatu konsekuensi terhadap petugas yang melanggar disiplin,” paparnya.
(iwa/a26/a27)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: