Warga Pondok Papan Tak Tersentuh Sarana Kesehatan

Angka Kematian Masih Tinggi
Ratusan Kepala Keluarga (KK) di Dusun Pondok Papan Desa Bandar Tinggi Kecamatan Bilah Hulu Kabupaten Labuhan Batu, hingga kini masih belum tersentuh oleh Sarana Kesehatan (Sarkes) Pemkab Labuhan Batu. Tak heran, akibat minimnya sarana kesehatan di kawasan itu, angka kematian khususnya bayi dan ibu melahirkan, masih teramat tinggi.

Demikian dikatakan Ketua LSM Badan Pimpinan Kabupaten (BPK) Dewan Pemantau Penyelenggara Negara Indonesia (DPPNI) Labuhanbatu Armansyah Siregar, Senin (16/9) di ruang kerjanya. “Warga di sana kalau melahirkan hanya dibantu dengan alat ala kadarnya. Sebab, tidak ada Sarkes yang disediakan oleh pemerintah sampai saat ini,” kata A Siregar.

Untuk membantu proses melahirkan, warga sekitar yang didominasi suku Nias itu hanya dibantu oleh dukun beranak. Selain itu, obat-obatan juga hanya ramuan tradisional. “Selain itu, kondisi kesehatan warga juga memperihatinkan. Mereka selalu kesulitan mendapatkan obat-obatan dan sarana kesehatan lain,” katanya.

A Siregar sangat menyangkan kondisi ini. Pasalnya, pada Tahun 2007 Pemkab Labuhan Batu membangun ratusan Poskedes di berbagai tempat. Tapi, mengapa di Dusun Pondok Papan tak ikut satu di antaranya yang mendapat sarana kesehatan itu. Ironisnya, penempatan Poskedes itu dilakukan di kawasan yang dekat dengan perkotaan.

“Coba bayangi, hampir seratus Poskesdes dibangun Tahun 2007 lalu. Tapi mengapa di Dusun Pondok Papan tidak mendapat jatah. Ironisnya, malah di daerah yang ada dekat perkotaan pula yang dibangun. Sekarang pantauan kita, Poskedes di dekat kota itu tidak pernah terpakai. Jangankan Poskesdes, Posyandu saja seperti gedung tertinggal,” tambahnya.

Ia menilai, ratusan juta rupiah APBD Tahun 2007 lalu tidak bermanfaat, khususnya yang diposkan untuk pembangunan Poskesdes tersebut. “Bahkan ada yang sudah ditumbuhi semak belukar. Hal itu meninggalkan kesan bahwa Dinkes Pemkab Labuhan Batu tidak memiliki program yang matang. Tahun ini daerah yang belum tersentuh Poskesdes tidak dianggarkan lagi, jadinya terkesan main-main dalam mengurusi warga,” tegas A Siregar.

Sejauh ini, Dinkes belum berhasil dikonfirmasi seputar belum tersentuhnya kawasan ini dengan sarana kesehatan. Berikut kebenaran tingginya angka kematian bayi dan ibu melahirkan.

Namun, A Siregar berharap, Pemkab Labuhan Batu khususnya Dinkes, agar melihat kondisi yang ada. Apalagi warga di Dusun Ponpok Papan yang selama ini mendambakan sarana kesehatan seperti itu. Kalau tidak segera diperhatikan, A Siregar kawatir kesehatan warga di dusun itu akan semakin memburuk, bahkan angka kematian semakin tinggi.

“Program Labuhan Batu Sehat 2010, gawenya Bupati HT Milwan saya kira hanya impian belaka,” sindir A Siregar. (FDH)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: