Ijazah Kades Dusun Meranti Dipertanyakan

Ijazah Kepala Desa (Kades) Dusun Meranti, Kecamatan Panai Hulu, Kabupaten Labuhan Batu, yang baru terpilih masih dipertanyakan warganya. Hal ini disebabkan, kades tersebut diduga kuat memiliki dua nama yang berbeda. Selain itu, Surat Keterangan Kehilangan Ijazah miliknya juga masih diragukan. Demikian dikatakan Sekretaris Komisi A DPRD Labuhan Batu Dahlan Bukhori, Rabu (17/9), setelah menerima laporan dari warga sekitar. “Beberapa warga baru-baru ini datang melaporkan S, Kades Dusun Meranti yang baru terpilih. Sebab warga menduga terdapat perbedaan nama dalam surat keterangan ijazahnya yang diragukan keabsahannya,” ujar Dahlan.
Disebutkan Dahlan, warga yang melaporkan dugaan  itu kepadanya, setelah ditemukannya kejanggalan pada surat hilang atas STTB Asli yang dimiliki S, dengan nomor seri 11 bb.32085 tahun ajaran 1973.
Dalam surat pengajuan untuk pemilihan kades terdapat surat nomor 17/20.4.029/2002, yang menyatakan kalau Surat Tanda Tamat (STTB) dari Sekolah SMP Swasta Yayasan Badan Swadaya Masyarakat, Sungai Berombang telah hilang. Padahal menurut warganya, S tidak pernah diketahui mengikuti proses belajar di sekolah itu.
Persoalan ini diperkuat dengan surat pernyataan Muhammaddin Lamri, penduduk Suka Ria, Lingkungan V Kelurahan Sungai Berombang, Kecamatan Panai Hilir, yang juga sebagai Kepala Sekolah pada Tahun 1973 di Sekolah SMP Swasta Yayasan Badan Swadaya Masyarakat, Sungai Berombang. Muhammad mengaku, tidak mengenal atas S sama sekali.
Yang lebih ironisnya, sepengetahuan warga, kepala desa yang baru saja lolos dalam pemilihan tersebut, namanya diketahui warga bukanlah S, melainkan Sp. Keterangan nama itu diperkuat juga dengan identitas yang bersangkutan di dalam databese milik kelurahan. “Semua data-data pendukung perbedaan nama itu dibawa warga ke kantor DPRD, untuk menelusuri kebenarannya,” kata Dahlan Bukhori.
Akhirnya, dengan ditemukannya perbedaan itu, Ketua Komisi A DPRD Labuhan Batu Chairuddin, bersama Dahlan Bukhori memanggil Pihak Pemberdayaan Masayarakat Desa dan Kelurahan untuk membicarakan keabsahan surat keterangan hilangnya Ijazah yang dimiliki S Sofyan serta perbedaan nama yang dimilikinya. Pemanggilan itu dilakukan Rabu siang (17/9).
“Setelah rapat tadi ditemukan kesapakan untuk menunda pelantikan kepala desa, sebelum dapat diklarifikasi yang jelas soal identitas itu. Padahal, menurut masyarakat di sana biarpun namanya dua, orangnya tetap itu juga,” kata Dahlan Bukhori.
Rajo Siregar salahseorang warga Desa Dusun Meranti, didampingi sejumlah warga sekampungnya saat melaporkan ke DPRD Labuhan Batu, sempat menunjukkan perbedaan nama kades sambil menunjukkan poto yang tertera dalam buku database.

“Tanggal dan tahun lahirnya terdapat perbedaan. Lagipula banyak teman-temannya semasa SD yang siap memberikan kesaksian untuk memberikan pernyataan kalau kades hanya sekolah sampai kelas III SD saja,” ujar Rajo.
Lebihlanjut dikatakannya, sampai saat ini banyak yang menyatakan kesiapan warga memberikan keterangan terkait dengan identitas S, yang juga mengetahui masa sekolahnya yang sebenarnya. (FDH)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: