LBH YULB Siap PTUN-kan Bupati

Jika Kasek Korban Mutasi Bersedia


Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yayasan Universitas Labuhan Batu (YULB), menyatakan kesiapannya membantu upaya ratusan kepala sekolah (kasek) menempuh jalur hukum terkait proses mutasi kasek yang diduga menyimpang. Upaya hukum itu seperti menuntut Bupati Labuhan Batu lewat Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

“LBH YULB siap membantu para kasek yang dimutasi untuk mem-PTUN-kan Bupati Labuhan Batu. Tanpa dikenakan biaya sepersepun. Seluruhnya ditanggung LBH YULB,” kata Ketua Yayasan ULB Dr H Amarullah Nasution SE MBA, saat didampingi Gostan Adri SH MHum Ketua Tim Advokasi kepada sejumlah wartawan di kediamannya Jalan Dewi Sartika Padang Pasir Rantau Selatan, Labuhan Batu, Selasa malam (16/9).
Menurut Amarullah, kebijakan yang dilakukan bupati terhadap mutasi ratusan kasek sebagai  tindakan “pembantaian”. Sepengetahuan Amarullah, mutasi minimal diposisikan sejajar dengan posisi lama. Namun, kenyataan yang ada, malah beberapa orang kasek malang tersebut hanya diposisikan sebagai guru biasa di sekolah yang sebelumnya dipimpinnya.
Malah, ujarnya, sosok-sosok kasek yang telah lama mengabdikan diri di dunia pendidikan dan merangkak meniti karier dari bawah hingga mencapai posisi sebagai kasek, adalah tingkatan terhormat. “Tapi, ketika adanya kebijakan mutasi yang diduga tidak jelas juntrungan dasar hukumnya, mereka malah menjadi sasaran,” katanya yang saat itu baru saja usai memberikan bantuan tali kasih kepada puluhan anggota Ikatan Pengemudi Becak Silaturahmi (IPBS) se- Rantau Prapat,
“Mana mungkin dimutasi kalau malah turun jabatan. Ini samahalnya dengan pembunuhan karier atau sebentuk hukuman. Kita perihatin melihat nasib kasek itu. Lagian jumlah yang dimutasi tidak masuk di akal. Prestasi yang diraih dengan susah payah oleh kasek hilang begitu saja dikarenakan sikap kesewenang-wenangan,” ujar tokoh pendidikan yang juga penasihat IPBS itu.
Selama ini, akunya, hanya mendengar keluhan ratusan kasek terkait kebijakan  bupati yang melakukan mutasi dengan mengalihkan sebagai guru biasa.

“Ini mutasi apa namanya. Kita tunggu laporan atau pengaduan kasek untuk memberikan kuasa kepada kita, agar kita upayakan lewat jalur PTUN. Ini sebagai rasa solidaritas kita kepada para pahlawan tanpa tanda jasa itu. Serta, pembelajaran kepada pejabat agar tidak sesuka hati mengambil sikap maupun kebijakan yang akhirnya mengorbankan nasib banyak orang,” tandasnya. (FDH)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: