UU Protap Ditarget Oktober 2008

Wacana Provinsi Aslab Menghangat

Komisi II DPR yang punya kewenangan membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) pembentukan daerah otonom baru, menargetkan pengesahan RUU pembentukan Provinsi Tapanuli (Protap) menjadi UU bisa dilakukan Oktober mendatang. Guna mengejar target tersebut, Komisi II DPR telah meminta Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah (DPOD) segera melakukan kajian lapangan guna mengecek kelengkapan persyaratan pembentukan Protap. Direncanakan, pekan depan tim DPOD akan melakukan kajian lapangan.
Anggota Komisi II DPR, Zazuli Zuwaeni (F-PKS) menyatakan, kedatangan tim DPOD belakangan ini ke sejumlah calon daerah otonom merupakan permintaan Komisi II DPR. “Atas permintaan kita, DPOD harus melakukan kunjungan lapangan guna melakukan klarifikasi data-data persyaratan. Kita meminta DPOD melalui pemerintah, karena RUU itu merupakan inisiatif DPR,” ulas Zazuli Zuwaeni kepada koran ini di Jakarta, Jumat (19/9). DPOD beranggotakan sejumlah menteri dan diketuai Mendagri Mardiyanto.
Seperti diketahui, 15 RUU pemekaran inisiatif DPR adalah RUU pembentukan Protap, Kota Berastagi, Kabupaten Nias Utara, Nias Barat, Kota Gunung Sitoli (Sumut), Kabupaten Mesuji, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Kabupaten Pringsewu (Lampung), Kabupaten Saduraijua (NTT), Morotai (Malut), Maidrat, Tambaru (Papua Barat), Bintan Jaya, dan Daiai (Papua).
Lebih lanjut Zazuli menjelaskan, nantinya setelah DPOD selesai melakukan kajian lapangan, maka hasilnya harus segera disampaikan kepada Komisi II DPR. Komisi II menginginkan ke-15 RUU itu bisa secepatnya disahkan karena proses pengusulannya dari daerah sudah cukup lama. DPR tak ingin dianggap tidak responsif terhadap aspirasi masyarakat daerah. “Mudah-mudahan dari pihak pemerintah yang kajiannya dilakukan DPOD, tidak ada masalah. Bagi kami di Komisi II, semua sudah tidak ada masalah,” ucapnya.
Ditanya kapan target pengesahan RUU pemekaran tersebut, mantan calon Gubernur Banten itu mengatakan, sebelum masa sidang DPR kali ini berakhir, maka harus kelar semuanya. “Yang sudah memenuhi persyaratan, kita tergetkan bisa disahkan sebelum habis Oktober. Makanya kita berharap, setelah lebaran DPOD sudah menyampaikan laporan hasil kajian lapangan ke Komisi II DPR,” terangnya.
Keterangan Zazuli sejalan dengan keterangan anggota Komisi II DPR Syaifullah Ma’sum (F-PKB) yang menyebutkan, pengesahan RUU pemekaran bisa lebih cepat bila pemerintah cepat menyelesaikan kajian persyaratan ke lapangan.
“Kalau sikap DPR sudah jelas bahwa yang masuk paket 15 itu harus mendapat prioritas untuk segera diselesaikan,” ungkap Syaifullah Ma’sum pertengahan Agustus lalu.
Sebelum membahas paket 15 RUU pemekaran ini, pemerintah bersama DPR telah mengesahkan 12 RUU yang masuk paket pertama, yakni RUU pembentukan Kabupaten Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Selatan (Sumut), Kabupaten Bengkulu Tengah (Bengkulu), Kota Sungai Penuh (Jambi), Kabupaten Lombok Utara (NTB), Kabupaten Sigi (Sulawesi Tengah), Kabupaten Toraja Utara (Sulawesi Selatan), Bolaang Mongondow Timur, Bolaang Mongondow Selatan (Sulut), Maluku Barat Daya, Buru Selatan (Maluku), dan Kabupaten Anambas (Kepulauan Riau).


Wacana Provinsi Aslab Makin Hangat

Wacana Pembentukan Provinsi Asahan Labuhan Batu (Aslab) semakin hangat. Apalagi anggota DPR-RI Rambe Kamarruzzaman, sudah peduli, bahkan memberikan saran agar beberapa pemerintahan otonomi di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), ikut bergabung demi menguatkan terwujudnya wacana itu. Dihubungi Jumat (19/9), anggota Komisi VI DPR RI ini menambahkan, bukan hanya mendukung, dirinya bahkan memastikan akan terlibat langsung dalam upaya mewujudkan tujuan pembentukan Provinsi Aslab itu nantinya.
“Ya, saya sebagai putra daerah asli Labuhan Batu, tentu sangat mendukung bahkan akan terlibat langsung jika penggabungan daerah otonomi Tapsel bisa dilakukan terlebih dahulu,” tambahnya.
Rambe mengingatkan, alasan dalam pembentukan sebuah provinsi harus jelas. Termasuk apakah nantinya akan benar-benar mampu mengejewantahkan konteks-konteks pemakmuran rakyat dan pembangunan daerah secara menyeluruh.
Juga harus ada standar pembangunan terlebih dahulu. Baik tentang indeks pembangunan manusia (IPM) dan pembangunan-pembangunan lainnya.
“Pembentukannya didasari apa? Apakah dengan Provinsi Aslab pembangunan dapat terukur, dapat memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar, dan pembangunan di berbagai sektor lainnya? Ini harus jelas dulu,” urainya.
Begitu hal ini telah terukur, dan kemungkinan dapat tercapai, maka Rambe memastikan pembentukan Provinsi Aslab tak perlu dihalang-halangi. “Kalau ini sudah terukur, ya tak ada alasan untuk tidak mendukungnya sepenuhnya,” kata Rambe.
Tapi Rambe memastikan, optimisnya pembentukan Provinsi Aslab itu tetap harus mengajak daerah otonomi di Tapsel untuk ikut bergabung. Sehingga, provinsi baru itu nantinya tidak hanya gabungan dari tiga kabupaten yang ada di Labuhan Batu, berikut Asahan serta Batubara dan Tanjungbalai.
“Beberapa pemerintahan otonom di daerah Tapsel, harus dilibatkan untuk lebih idealnya upaya pembentukan sebuah provinsi itu nantinya,” tambah Rambe.
Rambe sangat yakin, jika nantinya kejelasan wacana pembentukan Provinsi Aslab itu sudah tergabung di dalamnya beberapa daerah otonom di Tapsel, maka upaya lobi yang akan dilakukannya di tingkat pusat akan semakin mudah memuluskan terbentuknya provinsi baru itu.
Sebelumnya, pada kesempatan buka puasa bersama dengan para wartawan yang bertugas unit Pemkab Labuhan Batu, Bupati HT Milwan sempat mengungkapkan dirinya sangat mendukung pembentukan Propinsi Aslab.
Namun saat itu, Milwan menguraikan pembentukan provinsi baru itu, hanya gabungan dari tiga kabupaten di Labuhan Batu, Kabupaten Asahan, Batubara, dan Tanjungbalai. (sam/fdh)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: