Wacana Provinsi Aslab Terlalu Dini

Anggota DPR-RI Trimedya Panjaitan menilai wacana pembentukan Provinsi Asahan Labuhan Batu (Aslab) masih terlalu dini. Sebab tingkat kemapanan kabupaten yang tergabung di dalamnya, hingga kini masih belum memadai.

“Kalau sebatas wacana hal itu wajar-wajar saja. Tapi kalau untuk pembentukannya, saya rasa tak bisa untuk sekarang ini. Masih terlalu dini. Kabupaten Labuhan Batu sendiri, ingkat kemiskinan masyarakatnya masih tergolong tinggi,” ungkap Trumedya, Jumat (19/9).

Dari sisi potensi daerah, diakuinya Labuhan Batu cukup mumpuni. Sebab ketersediaan luas lahan perkebunan karet dan sawit yang ada. Namun sayangnya, mayoritas lahan itu bukan milik masyarakat setempat. Tapi lebih besar milik badan usaha swasta dan negeri.

“Labuhan Batu memang memiliki potensi daerah yang ketersediaan perkebunan kelapa sawit dan karetnya yang luas. Tapi itu belum memastikan masyarakatnya telah mapan. Sebab, dalam konteks ekonomi, untuk wacana pembentukan provinsi baru mesti dapat menjawab peningkatan perekonomian rakyat. Sementara Labuhan Batu sendiri, seperti diketahui belum bisa menekan angka kemiskinan yang terus meningkat,” paparnya.

Apalagi tambah Trimedya, Labuhan Batu yang baru saja dimekarkan menjadi tiga kabupaten, hingga kini belum permanen dan memadai. Untuk mengarah pada pembentukan Propinsi Aslab, Trimedya masih menegaskan masih harus membutuhkan waktu yang lama dan panjang, terutama dalam penganalisaan tingkat keberhasilan kemajuan dan kemandirian daerah hasil pemekaran sebelumnya. Yakni, pemekaran Labuhan Batu sendiri, dan pemekaran Kabupaten Batubara dari daerah Asahan sebelumnya.

“Dilihat dulu sampai di mana keberhasilan daerah-daerah yang baru saja dimekarkan. Dan untuk menganalisa sampai kesana, masih dibutuhkan waktu sedikitnya 5 tahun bahkan mungkin 10 tahun mendatang,” jelasnya seraya membandingkan ketidakpastian proses pemekaran Propinsi Tapanuli (Protap) yang hingga kini belum terealisasi meski telah menempuh proses yang relatif lama.

“Ingat, tak jarang pembentukan dan pemekaran satu daerah hanya untuk dimanfaatkan dan dijadikan sekelompok orang untuk mencapai kekuasaan politis semata. Untuk itu, rencana ini harus benar-benar matang sesuai dengan kepatuhan hukum,” tandasnya.

PKS Mendukung

Sementara itu Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW-PKS) Sumut, hampir sependapat dengan apa yang dibeberkan Trimedya. Dalam konteks wacana pembentukan Provinsi Aslab, masih menunggu perkembangan. Terlebih lagi dalam keseriusan pembentukan propinsi itu bertujuan dalam pencapaian kemaslahatan ummat atau tidak.

“Ya mesti jelas dulu apa tujuan pembentukannya. Mesti benar-benar untuk meningkatkan kemaslahatan ummat,” jelas Mustafa Ismail SE Ketua DPW PKS Provsu. Didampingi H Zulkarnaen ST selaku koordinator dakwah dan Iskandar Situmorang selaku Ketua DPD PKS Labuhan Batu, PKS kata Mustafa akan tetap mendukung wacana itu ke depan jika benar-benar sebagai upaya meningkatkan ekonomi rakyat.

Tapi untuk wacana pembentukannya sendiri, menurut dia juga belum bisa secepat waktu yang dibayangkan.

Realisasinya, tetap saja masih membutuhkan berbagai tahapan dan proses. Utamanya dengan keterpenuhan berbagai ketentuan berlaku dalam pembentukan daerah baru.

“Itu mesti dikaji lebih jauh. Jika memang itu aspirasi masyarakat, dan sudah mendesak dilakukan, maka perlu dibentuk tim untuk melakukan pengkajian lagi,” paparnya seraya mengakui dari segi geografis pembentukan Provinsi Aslab sangat mendukung. (fdh)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: