Pengurus Koperasi Dinkes Dituding Gelapkan Dana Anggota

Pengurus Koperasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Labuhan Batu, dituding menggelapkan dana iuran anggota yang pungut dari pemotongan gaji sebesar Rp10 ribu setiap bulan. Selain kecurigaan penggelapan, koperasi tersebut juga tak pernah mengadakan RAT (Rapat Anggota Tahunan). Beberapa orang anggota koperasi yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, mereka menilai selama berdirinya koperasi itu pengurus diduga belum pernah mengadakan ataupun mengundang anggota koperasi untuk melaporkan pembukuan dan laporan keuangan koperasi melalui RAT.
Padahal, kata mereka, jika dikumpul semua iuran anggota selama beberapa tahun, jumlahnya mencapai ratusan juta rupiah. Namun anehnya sampai sekarang pengurus tidak ada melaporkan pertanggungjawabannya tentang jumlah keuangan dan jumlah anggota koperasi yang baru mendaftar ataupun yang mengundurkan diri.
Anggota koperasi juga mensinyalir adanya kecurangan yang dilakukan pengurus dengan cara menggelapkan dana iuran untuk kepentingan pribadi. Bahkan, diduga dipakai pengurus untuk membeli kebun sawit dan kendaraan roda empat. “Dugaan ini harus ditindaklanjuti. Karena banyak anggota yang merasa dirugikan,“ kata sumber Senin (22/9).
Namun tudingan itu dibantah keras Ketua Koperasi Dinas Kesehatan Labuhan Batu Dr Atila, yang juga menjabat sebagai Kasub Yankes. Atila dengan tegas menjelaskan, pihak pengurus sudah pernah melakukan RAT beberapa tahun yang lalu. “Kami pernah mengadakan RAT beberapa tahun yang lalu. Namun untuk tahun ini memang belum. Tapi, segera kami laksanakan,” ucap Atila.
Ketika disinggung berapa jumlah dana anggaran milik koperasi saat ini, Atila belum dapat menjelaskannya. Demikian juga dengan jumlah anggota koperasi saat ini, Atila juga mengaku lupa. Akan tetapi, Atila memastikan tidak ada dana iuran anggota yang digunakan pengurus untuk kepentingan pribadi.
Atila juga menjelaskan bahwa proses pelaksanaan diadakan nya RAT sedikit terhambat akibat dari banyaknya kredit anggota yang macet. “Sulitnya anggota mengembalikan pinjaman kepada koperasi saat ini, juga menyebabkan terkendalanya RAT,” paparnya.
Pernyataan ini tentu saja dibantah oleh beberapa anggota koperasi berinitial RP dan RM, menurut mereka, tidak ada hubungannya antara pelaksanaan RAT dengan terhambatnya pengembalian pinjaman anggota kepada koperasi. Karena, tambah mereka, pengurus bisa menjelaskan laporan keuangannya setiap tahun buku kepada anggota melalui RAT.
“Masalah ada dana pinjaman yang tertunggak, ya dicatat saja. Itukan hanya alasan klasik pihak pengurus. Pastinya, diduga kuat telah terjadi penyelewengan di situ,” pungkas mereka. (FDH)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: