Proyek GNRHL 2006 di kawasan Hutan Lindung Labuhanbatu Disinyalir Alih Fungsi

Oknum PNS Dinas Kehutanan Labuhanbatu diduga telah mengalihfungsikan hutan lindung menjadi areal perkebunan kelapa sawit. Kelompok Tani (Poktan) Tunas Muda Desa Sibargot, kesal dengan pengalihan fungsi hutan dimaksud.
Ketua Poktan Tunas Muda Sibargot Labuhanbatu, Poniman, bersama beberapa anggota poktan itu mensinyalir terjadinya pengalihfungsian hutan lindung Sibargot sebab ada aktivitas penanaman bibit kelapa sawit di kawasan Sibargot tersebut.
Kepada wartawan, Sabtu (4/10), di Rantauprapat, mereka mengaku kesal akibat ulah oknum yang telah mengalihkan fungsi hutan tersebut menjadi Hutan Tanaman Sawit (HTS), sedang rencana pemerintah untuk reboisasi hutan.
Kepala Dinas Kehutanan dalam Surat Keputusan (SK) No: 522/1250/PRH/VIII/2006, sejatinya Poktan Tunas Muda Desa Sibargot ditetapkan sebagai kelompok tani yang melakukan kegiatan reboisasi hutan. Masyarakat poktan untuk kegiatan penanaman kembali hutan lindung mendapatkan dana sebesar Rp180 juta, dan itu juga sesuai Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).
“Sesuai Dengan Surat Perjanjian Kerja Sama (SPKS) yang ada, Poktan Tunas Muda Desa Sibargot yang melaksanakan kegiatan tanaman reboisasi GNRHL seluas 100 hektare. Lokasinya, di kawasan hutan lindung Torpisang Mata Sibargot,” ucap Poniman.
Katanya, proyek yang dikerjakan tahun 2006 silam berdekatan dengan perkampungan masyarakat. Tetapi, akibat bencana banjir dan longsor, masyarakat kemudian meninggalkannya. Namun saat masyarakat kembali melakukan penanaman dilarang petugas Dinas Kehutanan.
“Dulu sebelum terjadi banjir dan longsor, kami masih tinggal di daerah pinggiran Sungai Bilah. Tetapi sekarang tanah yang kami miliki tidak diperbolehkan lagi ditanami. Alasannya, daerah tersebut masuk dalam kawasan hutan lindung. Namun mengapa warga lain bisa membuka lahan tersebut dengan menanami kelapa sawit,” timpal Ridwan, anggota Poktan.
Kacabdis Kehutanan Bilah Barat Amir Hasan menjawab wartawan, mengatakan kawasan hutan Torpisang Mata di Desa Sibargot menurut SK Menteri Kehutanan (Menhut) Nomor 44 tahun 2005, masih termasuk Kawasan Hutan Lindung.
“Memang akan ada revisi tentang Kawasan Hutan Lindung. Namun untuk kawasan hutan Torpisang Mata setahu saya masih dikatakan hutan lindung. Apalagi proyek GNRHL yang penanaman untuk 100 hektare,” bebernya.
Sementara itu anggota DPRD Labuhanbatu, Dahlan Bukhori, Sabtu (4/10), di Rantauprapat, mengaku kesal dan menyayangkan sikap Pemkab Labuhanbatu yang lamban dan terkesan tidak perduli pada perubahan fungsi hutan lindung dimaksud. Padahal, Gerakan Nasional Reboisasi Hutan Lindung (GNRHL) adalah program pemerintah.
“Seharusnya Pemkab Labuhanbatu melalui Dinas Kehutanan mengambil sikap tegas atas perambahan hutan lindung yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab, apalagi hutan menyangkut kehidupan masyarakat banyak. Kita tidak ingin terulang bencana banjir dan erosi seperti yang terjadi beberapa tahun yang lalu karena dampak dari kurangnya perhatian terhadap lingkungan,” ucap Dahlan.
Lebih jauh dikatakannya, proyek GNRHL itu harus dijaga, dirawat serta diamankan Pemkab Labuhanbatu nota bene Dinas Kehutanan. Karena di lahan tersebut, terjadi proyek bernilai ratusan juta.
Menurutnya, kebijakan Pemkab sudah saatnya lebih berwawasan lingkungan. Pasalnya, kata dia, banyaknya terjadi pengalihfungsian hutan terhadap berbagai kepentingan masyarakat, akan berdampak bagi masyarakat itu sendiri. Hutan yang sebelumnya berfungsi sebagai tangkapan air akan tidak lagi berfungsi sebagaimana biasa. Dampak buruknya, berbagai bencana alam berpotensi mengancam jiwa dan harta benda masyarakat. (S25/c)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: