Proyek Perkerasan Jalan Lingkar Rantauprapat Linggatiga Dihentikan

Proyek perkerasan badan jalan yang dilaksanakan rekanan di jalan lingkar Rantauprapat tembus ke Desa Linggatiga, Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu, terpaksa dihentikan. Pasalnya, proyek dengan pagu anggaran Rp300 juta lebih itu lahannya disinyalir belum dapat pembebasan dari Menteri BUMN khususnya perizinan PTPN III Distrik Labuhanbatu III.
Paket proyek pembukaan badan jalan yang berlokasi berada di pinggiran lahan PTPN III Rantauprapat Unit Kebun Aek Nabara Utara (Kanau) ditengarai berbatasan langsung dengan perkebunan milik Petinggi Labuhanbatu.
Ketua LSM Front Putra Daerah (Fropuda) Labuhanbatu Zainul Hasibuan kepada wartawan, mengatakan, pihak PTPN III melarang rekanan untuk mengerjakan pembukaan badan jalan tersebut dengan alasan belum ada ijin pelepasan aset dari pihak perusahaan. Sehingga, baru sekitar 600 meter, dari seharusnya 1800-an meter dikerjakan rekanan terpaksa angkat kaki dari lokasi proyek karena dilarang oleh perusahaan perkebunan.
“Kita herankan, mengapa bisa dikerjakan sedang izin dari PTPN belum ada. Akibatnya keuangan daerah tidak efektif dan efisien sesuai dengan tujuan penggunaan dana. Kita mensinyalir proyek itu tidak melalui Musrenbang, sementara penggunaan dana harus tepat sasaran,” ujar Zainul.
Dia merasa heran terhadap proyek tersebut bisa terkendala. Ironisnya, meskipun sudah terkendala, tahun 2008 ini, Pemkab Labuhanbatu kembali mengucurkan dana sebesar Rp600 juta lebih untuk perkerasan badan jalan tersebut.
“Untuk kemana lagi anggaran itu, sementara pembukaan jalannya saja tidak selesai. Saya menduga adanya semacam permainan di tubuh pemerintahan kita ini dalam pemanfaatan anggaran APBD,” tukasnya.
Pemenang tender proyek itu, H Saiful, yang berhenti melakukan pengerasan jalan tersebut, membenarkan permasalahan dimaksud. Akibatnya, dana yang ia keluarkan hampir mencapai ratusan juta sia-sia.
Sementara pekerjaan terpaksa ditunda dan tidak dikembalikan pemerintah sedikitpun. Padahal ia menggunakan dana dari pinjaman bank.
“Saya kurang tahu pasti perkembangan terakhir. Sempat saya dipanggil polisi akibat laporan pihak PTPN III yang menuding menggarap, padahal itu proyek resmi pemerintah Labuhanbatu. Yang saya bingungkan, bagaimana nanti pembayaran bunga pinjaman bank yang semakin membengkak, sementara saya tidak boleh mengerjakan proyek,” ujar Saiful kesal.
Kepala Bagian Umum PTPN III Distrik Labuhanbatu Marihot saat dikonfirmasi wartawan per telepon seluler, belum dapat memberikan penjelasan. “Untuk lebih jelasnya silakan hubungi APK PTPN III Unit Kanau aja,” ujarnya singkat.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Labuhanbatu (Bappeda) Esty Pancaningdiyah, mengatakan belum bisa menjelaskan persoalan itu. (S25/x)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: