Pemerintah Dapat Gunakan PE Dongkrak Harga TBS

Pemerintah dapat menggunakan pendapatan dari pungutan ekspor (PE) crude palm oil (CPO) yang diperoleh ketika harga CPO tinggi, untuk membantu meningkatkan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit, yang saat ini harga di tingkat petani jatuh hingga hanya menjadi Rp 400 per kilogramnya.

Hal itu dikatakan Caleg DPR-RI dari Partai Golkar, Ir Leo Nababan, kepada wartawan di Bandara Polonia, Jumat (10/10). “Pemerintah harus ikut bertanggung jawab mengatasi jatuhnya harga TBS di tingkat petani. Pendapatan yang diperoleh dari PE CPO itu dapat digunakan untuk membeli TBS di tingkat petani pada harga yang wajar,” jelasnya.
Leo mengatakan, dari hasil peninjauannya ke daerah Labuhanbatu, Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan, petani menderita kerugian akibat rendahnya harga TBS kelapa sawit. Sehingga yang terjadi saat ini, petani cenderung menelantarkan kebun kelapa sawitnya.
Menurutnya, hal yang wajar jika pemerintah diminta membantu mengatasi rendahnya harga TBS di tingkat petani. Sebab, ketika harga CPO melonjak, pemerintah ikut menikmati kenaikan harga tersebut, yakni melalui pemasukan dari pungutan ekspor dan pendapatan lainnya.
“Jadi kita berharap sebagian dari PE itu dikembalikan kepada petani, yakni dengan membeli TBS mereka pada harga yang wajar, sehingga penderitaan petani dapat berkurang. Saya pikir langkah inilah yang paling dapat dilakukan oleh pemerintah pusat,” ungkapnya.
Di samping itu, pemerintah juga diharapkan dapat membenahi tata niaga perdagangan kelapa sawit di dalam negeri dan khususnya di luar negeri. Pemerintah diharapkan mampu mengeluarkan kebijakan yang membuat petani kelapa sawit di dalam negeri memiliki posisi tawar yang kuat dalam perdagangan internasional.
“Sebab, bukan hal yang aneh jika saat ini terjadi persaingan yang ketat di antara negara-negara penghasil CPO kelapa sawit. Masing-masing negara berusaha melindungi petaninya dan harga TBS serta CPO-nya. Indonesia saya harapkan juga dapat melakukan langkah serupa, sehingga harga TBS kita tidak jatuh secara drastis seperti sekarang,” jelasnya.(rantauprapat)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: