Kalah Main Judi Bunuh Teman Sendiri Tambor Manullang Dihukum 16 Tahun Penjara

Tersinggung ditertawai kalah main judi, Tambor Poltak Manullang (26) membunuh temannya sendiri, Lamhot Siregar (26), di sebuah gudang penitipan padi (tangkahan) di Dusun VI Sei Siali, Desa Wonosari, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu.
Jaksa penuntut umum (JPU) R Damanik SH, Jumat (10/10), kepada SIB menyebutkan, dalam persidangan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Rantauprapat dipimpin hakim ketua Syahrul Rizal SH, Kamis baru-baru ini, dia menuntut agar majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti secara meyakinkan membunuh korban dengan perencanaan pada Kamis 31 Januari 2008 sekira pukul 23:00 WIB di Dusun VI Sei Siali, serta menjatuhkan hukuman pidana penjara selama 20 tahun.
Majelis hakim sependapat dengan JPU yang menuntut terdakwa dihukum sebagaimana disebutkan dalam pasal 340 KUHP. Terdakwa pun dijatuhi hukuman penjara selama 16 tahun dan diterima terdakwa serta JPU.
Semula terdakwa bersama temannya Sabar Hutapea, Bertapa Manullang, Butong Nainggolan, Ama Robby Aritonang, Tombang Sianturi, bermain judi kartu dengan taruhan uang di rumah Sabar Hutapea. Dalam permainan judi itu, terdakwa kalah. Terdakwa melihat korban Lamhot Siregar tersenyum dan tertawa seakan-akan mengejeknya.
Terdakwa merasa tersinggung dan dendam terhadap korban. Selanjutnya, hari Jumat 1 Februari 2008 sekira pukul 08:30 WIB, ketika berada di warung milik saksi Sabar Hutapea, melihat korban bersama saksi Bertapa Manullang (adik terdakwa) melintas menuju tangkahan padi. Melihat korban, timbul niat terdakwa untuk menghabisi korban.
Selanjutnya terdakwa bergegas pergi menuju tangkahan untuk melampiaskan dendamnya kepada korban. Sesampainya di tangkahan terdakwa melihat korban masuk ke dalam gudang penitipan padi. Terdakwa mengambil kapak yang berada di belakang pintu gudang. Melihat keadaan aman, terdakwa membacok korban yang sedang tidur. Leher korban dikapak terdakwa 2 kali dan korban tewas seketika di tempat itu.
Melihat korban tidak berdaya dan telah meninggal, terdakwa pergi dan membuang kapaknya.
Korban tewas dengan leher terpotong dibuktikan dengan Visum et Repertum No.445/90/Pusk.SB/II/2008 tanggal 2 Februari 2008 yang dibuat dan ditandatangani dr Dewi Nurilmy dokter pada UPTD Dinas Kesehatan Pemkab Labuhanbatu, Puskesmas Sei Berombang. (s25/c)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: