Labura dan Labusel Belum Punya Pj Bupati

GUBSU DINILAI LAMBAN

Gubsu Syamsul Arifin dinilai lamban mengusulkan nama-nama Penjabat (Pj) Bupati Labuhanbatu Utara (Labura) dan Labuhanbatu Selatan (Labusel) kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Padahal, Mendagri sudah jauh-jauh hari menunggu usulan nama-nama calon Pj bupati di dua daerah otonomi baru hasil pemekaran Kabupaten Labuhanbatu tersebut.

Penilaian itu disampaikan Wakil Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN), Anang Anas Azhar SAg kepada MedanBisnis, Minggu (12/10), setelah melaukan kunjungan ke Kota Pinang, melihat korban banjir di Kecamatan Kota Pinang, Labuhanbatu Selatan.
Dalam kunjungannya itu, Anang langsung melihat 144 rumah yang tergenang banjir di daerah itu, bersama puluhan kader PAN yang tinggal di lokasi itu. Ia juga menyumbang bantuan ala kadarnya berupa mie instan, bagi korban yang terkena banjir.
Anang yang juga putra Labuhanbatu ini dan Caleg No urut 1 PAN untuk DPRD Sumut dari Dapil Sumut 5 ini, merasa ternanti-nanti siapa sebenarnya yang akan ditetapkan sebagai pemimpin di dua kabupaten baru itu.
“Gubsu terlalu lamban mengusulkan nama-nama penjabat yang akan menakhodai Labuhanbatu Utara dan Selatan selama satu tahun. Saya yakin, jika penjabat bupati sudah ada, roda pembangunan di dua daerah itu secara bertahap dapat dijalankan,” katanya.
Dijelaskan, pemekaran Labuhanbatu menjadi tiga kabupaten sebenarnya, jauh-jauh hari telah diperoleh kesepakatan oleh semua pihak. Dalam hal pengalokasian anggaran, misalnya, Pemkab dengan persetujuan DPRD telah menyiapkan dana dalam APBD 2008 sebesar Rp 20 miliar untuk bantuan kepada dua daerah yang dimekarkan.
Dia mengatakan, proses panjang pemekaran Labuhanbatu menjadi 3 kabupaten ini, merupakan jalan panjang yang harus disyukuri. Apalagi, Kabupaten Labuhanbatu sebelum dimekarkan wilayahnya sangat luas.
Bahkan, lanjut dia, Kabupaten Labuhan Batu saat ini merupakan daerah yang terluas wilayahnya di Propinsi Sumatera Utara, dengan 22 kecamatan dan 142 desa/kelurahan. Fakta inilah yang mengharuskan bahwa Labuhanbatu memang layak dimekarkan menjadi 3 kabupaten.
Anang mengharapkan, pemekaran merupakan akhir dari segala-galanya. Namun, pemekaran diharap dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, percepatan pertumbuhan kehidupan demokrasi, dan percepatan pelaksanaan pembangunan ekonomi daerah.
“Percepatan pengelolaan potensi daerah, peningkatan keamanan dan ketertiban, serta peningkatan hubungan yang serasi antar pusat dan daerah,” katanya.
Sejak disahkan menjadi daerah otonomi baru 12 Juli 2008, kedua kabupaten tersebut hingga kini belum memiliki Pj bupati. Sementara, sejumlah daerah otonomi baru lainnya yang oengesahananya sama dengan dua kabuaten itu sudah diajukan nama-nama calon Pj bupatinya kepada Mendagri.
UU Pemda menyebutkan bahwa pengusulan nama-nama calon Pj kepala daerah dilakukan paling lambat 6 bulan setelah disahkan. Dengan demikian, maka batas waktu pengajuan nama-nama calon Pj Bupati Labura dan Labusel pada Januari 2009.(cw05)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: