Rekanan Pemkab Labuhanbatu Terjebak Proyek Macet

Meski telah memenangkan tiga paket pengerjaan pengerasan badan jalan di Dinas Kimprasda Labuhanbatu yang diduga bersumber dari dana APBD setempat, namun hati H Saiful masih gundah.

Pasalnya, pihak PTPN 3 Distrik Labuhanbatu tidak mengizinkan pengerasan badan jalan di areal perkebunan tersebut. Padahal, satu dari tiga paket yang dimenangkan H Saiful tersebut berada di pinggiran lahan PTPN 3 Distrik Rantauprapat Kebun Aek Nabara Utara (Kanau), tepatnya bersebelahan dengan pemukiman warga di kawasan tugu perbatasan Kota Rantauprapat. Bahkan, pihak H Saiful telah mengerjakan pengerasan badan jalan sepanjang 600 meter dari 1.800-an meter yang menjadi kewajibannya.
Namun, gara-gara tidak mengantongi izin, pihak PTPN 3 justru melaporkan H Saiful ke aparat kepolisian. Alhasil, hingga kini pengerjaan paket proyek pembukaan badan jalan untuk menjadi jalan lingkar Jalinsum tembus ke Desa Lingga Tiga Kecamatan Rantau Selatan, Labuhanbatu, Sumatera Utara senilai Rp 300 juta lebih tersebut terhenti.
“Larangan itu mungkin karena belum adanya pelepasan aset dari pihak Kementrian BUMN, khususnya izin dari pihak PTPN 3. Akibatnya, proyek pengerasan badan jalan itu terhenti saat pengerjaannya baru sepanjang 600 meter dari 1.800-an meter yang direncanakan,” ungkap Ketua LSM Front Putra Daerah (Fropuda) Labuhanbatu, Zainul Hasibuan, Rabu (8/10) di Rantauprapat.
Kondisi itu membuat pihaknya heran dan menduga pekerjaan fisik itu tidak melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang, red).
“Kita herankan, mengapa bisa dikerjakan sedang ijin dari PTPN belum ada. Akibatnya, keuangan daerah tidak efektif dan efisien sesuai dengan tujuan penganggaran dana. Kita mensinyalir proyek itu tidak melalui Musrenbang, sementara penggunaan dana harus tepat sasaran,” tutur Zainul.
Ironisnya, meski pengerjaan proyek tersebut terkendala, namun pada tahun anggaran (TA) 2008, Pemkab Labuhanbatu kembali mengucurkan dana sebesar Rp 600 juta lebih untuk perkerasan badan jalan itu. “Untuk kemana lagi anggaran itu, sementara pembukaan jalannya saja tidak selesai. Saya menduga adanya semacam permainan di tubuh pemerintahan kita ini dalam pemanfaatan anggaran APBD,” sesalnya.
Sementara itu, H Saiful, mengaku telah mengeluarkan dana ratusan juta rupiah untuk pengerjaan proyek pengerasan badan jalan tersebut. “Saya sempat dimintai keterangan aparat kepolisian karena dilaporkan melakukan penggarapan. Padahal, proyek itu resmi milik pemerintah. Sekarang, saya bingung karena dana ratusan juta rupiah yang telah dikeluarkan itu berasal dari pinjaman bank. Sementara, proyek macet,” tuturnya.
Kepala Bagian Umum PTPN 3 Distrik Labuhanbatu Marihot saat dikonfirmasi via handphone belum dapat memberikan penjelasan. “Untuk lebih jelasnya, silakan hubungi APK PTPN 3 Unit Kanau,” tandasnya.(Rantauprapat)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: