Fasum Tak Dirawat Terganjal Biaya

Akhir-akhir ini beberapa fasilitas umum (fasum) di Kota Rantau Prapat, banyak yang tak terawat. Sehingga, dipastikan untuk menciptakan ruang terbuka hijau (RTH) bagi kota tak dapat terwujud.

Calon Anggota Legislatif (Caleg) Kabupaten Labuhan Batu Muhammad Riyadi, mengaku sangat menyayangkan kondisi ini. Apalagi, beberapa fasilitas yang ada sudah semakin memperihatinkan akibat tidak adanya perawatan yang serius dari pemerintah setempat.

“Banyak saya lihat fasilitas yang hanya tinggal kenangan. Sebenarnya kalau kita ingin memelihara, saya yakin sekitar Kota Rantau Prapat, telah ada beberapa fasilitas umum (fasum) yang dibangun,” kata Riyadi, Minggu (12/10) di Rantauprapat.

Pria yang mencalon dari Dapem I nomor urut 3 dari partai Hanura, itu mencontohkan, Tugu Adipura yang diperoleh beberapa tahun lalu dahulunya masih asri. Namun, belakangan kondisinya memprihatinkan. Hal itu menurutnya dikarenakan kurangnya kesadaran masyarakat dan juga pengawasan yang baik dari pemerintah.

“Coba lihat daerah Tugu Adipura, semakin hari makin rusak. Masyarakat juga selayaknya menjaga itu, apalagi sekarang sudah banyak pedagang yang berjualan di sana. Kalau ditata rapi, PAD-pun saya yakin akan diperoleh. Tapi syaratnya pemerintah menyediakan sarananya,” jelas Riyadi.

Khusus di sekitar Lapangan Ika Bina Rantau Prapat, penanaman tumbuhan hijau juga sangat diperlukan untuk mencapai ruang terbuka hijau (RTH). Gunanya juga kepada para pengendara yang melintas tujuan Medan-Pekan Baru jika letih dapat memanfaatkan lokasi tersebut untuk beristirahat. Selain itu, program penanaman pohon Mahoni di pinggir jalan lintas menurutnya, sangat baik. Namun saat ini hanya tinggal tempat. Sebab, puluhan bibit Mahoni tersebut hilang dan dirusak.

“Seharusnya apa yang ada sama-sama kita jaga, agar RTH dapat terwujud. Kepada pemerintah setempat kita berharap lebih memperhatikan lokasi itu,” harap Riyadi.           Menanggapi hal itu, Kepala Pengelola Taman Kota Rantau Prapat Edy Erwin Siregar, mengaku kewalahan mengurus permasalahan itu. Ini dikarenakan tidak adanya anggaran yang ditangani mereka. Akibatnya, lokasi Kota Rantau Prapat luput dari perhatian.

“Anggaran untuk itu tidak ada, bagaimana kami mau berbuat, dari mana pula kami cari dananya. Kalaupun ada, itu hasil dari bantuan pengusaha-pengusaha yang peduli,” tegas Edy. (FDH)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: